MATARAM, samawarea.com (21 November 2025) – Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Upskilling dan Sertifikasi Kompetensi Pemandu Keselamatan Wisata Tirta (Balawista) pada 19–20 November 2025 di Hotel Lombok Astoria. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan standar keamanan dan kualitas layanan di seluruh destinasi wisata tirta di NTB.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, dan dihadiri oleh Kepala Bidang Kelembagaan Dispar NTB Mawardi, Ketua Balawista NTB Yuvensius Aban, SH, Kadis Pariwisata Lombok Barat dan Sumbawa Barat, perwakilan RSUP NTB, serta Tim Balawista Indonesia DPD NTB.
Dalam sambutannya, Ahmad Nur Aulia menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas penting dalam pengembangan wisata bahari yang kini semakin diminati.
“Tren wisata dunia kini menuntut kenyamanan dan keamanan. Kami menargetkan seluruh destinasi tirta memiliki pemandu bersertifikat untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan. Kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten diharapkan mampu memperkuat daya saing wisata bahari NTB di tingkat global.” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan, Mawardi, menyampaikan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman teknis di lapangan. Melalui sertifikasi ini, standar profesionalisme para pemandu keselamatan wisata dapat dipastikan.
“Keselamatan wisata tirta harus diperkuat seiring tingginya minat wisata perairan. Output kegiatan ini adalah tersedianya tenaga Balawista tersertifikasi BNSP di NTB,” jelasnya.
Ketua Balawista NTB, Yuvensius Aban, turut menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mengedukasi pelaku wisata dan masyarakat mengenai pentingnya keselamatan.
“Kami akan terus memperkuat safety tourism agar wisatawan merasa aman dan nyaman. Dengan semangat bersama, NTB akan maju dan mendunia,” ungkapnya.
Program yang berlangsung selama dua hari ini meliputi peningkatan kompetensi teknis serta pelaksanaan uji sertifikasi bagi para pemandu keselamatan wisata tirta. Dengan adanya kegiatan ini, NTB berharap dapat semakin siap bersaing sebagai destinasi wisata bahari berstandar global dan ramah wisatawan. (SR)






