MATARAM, samawarea.com (13 September 2025) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan Rinjani Travel Mart (RTM) 2025. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi 11 perwakilan panitia RTM di Kantor Gubernur NTB, Jumat (12/9/2025).
RTM 2025 dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Oktober mendatang di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, tepatnya di Hotel Montana, Lombok Tengah. Acara ini akan mempertemukan pelaku industri pariwisata, mulai dari hotel, desa wisata, hingga operator tur, dengan buyers dari berbagai daerah dan mancanegara.
Gubernur Iqbal menyebut RTM sebagai ajang strategis yang tidak hanya memperkuat jaringan bisnis pariwisata, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya lokal dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Rinjani Travel Mart bukan hanya ajang bisnis, tapi juga ruang untuk memperkenalkan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Mudah-mudahan penyegaran konsep tahun ini bisa segera selesai sehingga tahun depan acara ini berjalan lebih baik,” ujar Gubernur Iqbal.
Dalam audiensi tersebut, Gubernur menekankan tiga isu utama yang perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
Gubernur menyoroti kondisi pengelolaan sampah di kawasan pariwisata strategis seperti Mandalika yang dinilainya belum memiliki sistem yang standar dan profesional.
“Pariwisata tidak boleh tumpang tindih dengan urusan kebersihan. Ada waste tapi belum ada manajemennya,” tegasnya.
Menurutnya, sebagai kawasan berstatus internasional, Mandalika harus mencerminkan citra yang bersih dan tertata, baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Gubernur Iqbal juga menyinggung tingginya tarif hotel di kawasan Mandalika yang menurutnya bisa mencapai Rp3 juta per malam—serta tantangan dari platform digital seperti Traveloka yang memengaruhi akses pasar bagi pelaku lokal.
“Sejarah pariwisata telah berubah. Kita tidak bisa hanya bicara pemberdayaan, tapi juga perlu proteksi terhadap pelaku usaha lokal,” jelasnya.
Ia menegaskan perlunya kebijakan yang mampu menjaga keberlangsungan UMKM agar tetap kompetitif dalam arus digitalisasi.
Melalui rangkaian kegiatan RTM seperti tur gratis ke destinasi wisata (termasuk Desa Merese), pameran produk lokal, serta tiga workshop termasuk forum kolaborasi internasional di Kuala Lumpur, Gubernur berharap daya saing produk lokal NTB bisa semakin meningkat.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk memperluas peluang bagi produk lokal kita agar lebih kompetitif di pasar global,” harapnya.
Rinjani Travel Mart sendiri telah menjadi agenda rutin tahunan yang mempertemukan pelaku pariwisata lokal dengan mitra nasional dan internasional. Tahun ini, penyelenggara menargetkan format acara yang lebih segar dan berdampak langsung pada penguatan ekonomi daerah. (SR)






