MATARAM, samawarea.com (13 September 2025) — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan konservasi berbasis masyarakat adat di wilayah NTB. Komitmen ini disampaikan saat menerima audiensi dari Santiri Foundation di ruang kerjanya, Kantor Gubernur NTB, pada Jumat (12/9/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan hutan tropis seperti Gunung Rinjani.
Ia menyoroti posisi strategis Indonesia yang memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, dan pentingnya menjadikan kawasan hutan tidak hanya sebagai destinasi wisata, melainkan juga sebagai pusat pengetahuan dan keanekaragaman hayati.
“Kawasan seperti Gunung Rinjani harus kita lihat sebagai sumber pengetahuan dan rekaman hayati, bukan semata tempat wisata. Masyarakat adat memiliki peran besar dalam menjaga ekosistem ini,” ujar Gubernur Iqbal.
Sementara itu, Direktur Santiri Foundation, Tjatur Kukuh Surjanto, menyampaikan bahwa organisasinya telah mengajak berbagai profesional dan komunitas untuk terlibat dalam pengembangan berkelanjutan di NTB. Salah satu program unggulan yang tengah disiapkan adalah Wise Smart Agriculture di Wilayah Adat Bayan.
Program ini akan menggabungkan pelestarian lingkungan, khususnya sumber mata air, dengan pendekatan budaya dan teknologi informasi modern. Acara peluncuran program tersebut direncanakan akan dihadiri langsung oleh Gubernur NTB.
“Kami ingin menjadi pelengkap dari pemerintah daerah. Ide-ide Pak Gubernur sangat brilian dan visioner. Namun ide-ide tersebut perlu didukung oleh SDM yang punya kapabilitas agar bisa diwujudkan secara nyata,” ungkap Tjatur.
Program kolaboratif antara Pemprov NTB dan Santiri Foundation ini diharapkan mampu menjadi model pembangunan berbasis kearifan lokal yang adaptif terhadap perubahan zaman, serta memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (SR)






