TNI Bangun Jembatan di Kalabeso, Kesulitan Warga Selama 30 Tahun Teratasi 

oleh -742 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14 Agustus 2025) – Selama 30 tahun masyarakat Desa Kalabeso Kecamatan Buer hidup dalam kesulitan terutama dalam mendapatkan akses jalan untuk memobilisasi hasil pertaniannya maupun penghubung tiga desa bertetangga yakni Kalabeso, Juru Mapin, dan Labuhan Burung.

Namun persoalan itu teratasi melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, akses penghubung berupa jembatan limpas dibangun di Desa Kalabeso, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Pembangunan ini menjadi solusi konkret atas kesulitan warga dalam mengakses lahan pertanian serta memperlancar distribusi hasil panen, yang sebelumnya terhambat selama puluhan tahun akibat keterbatasan infrastruktur.

Kepala Desa Kalabeso, Sirajuddin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pembangunan jembatan yang sangat dinantikan tersebut. Ia menjelaskan bahwa selama ini warga desa, khususnya para petani, harus memutar jauh melewati jalur atas atau bahkan menyebrangi sungai untuk menuju Desa Labuhan Burung dan sekitarnya.

“Alhamdulillah, dengan adanya pembangunan jembatan ini, sangat berarti dan sangat bermanfaat bagi warga saya. Ini mempercepat waktu tempuh dan mengurangi biaya produksi serta distribusi hasil panen,” ujar Sirajuddin.

Jembatan limpas ini menghubungkan langsung antara Desa Kalabeso, Juru Mapin, dan Desa Labuhan Burung. Sebelumnya, akses tersebut hanya dapat dilalui saat musim kemarau. Namun saat musim hujan, banjir sering memutus jalur, menyebabkan kesulitan mobilitas warga selama lebih dari 30 tahun.

Sirajuddin menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini tidak hanya menguntungkan warga Kalabeso, namun juga masyarakat sekitar seperti warga Labuhan Burung dan Desa Juru Mapin yang turut mengakses lahan pertanian di wilayah tersebut.

Jembatan limpas yang dibangun memiliki lebar 4 meter dan panjang 12 meter. Meski sebelumnya dirancang selebar 3 meter, berkat pelaksanaan oleh Satgas TMMD, ukuran jembatan dapat ditingkatkan menjadi lebih layak dan kuat.

“Ini sebuah prestasi luar biasa dari teman-teman TNI. Peningkatan dari 3 meter menjadi 4 meter sangat berarti, termasuk penambahan panjangnya,” ucap Kades.

Sebelumnya, Desa Kalabeso memiliki jembatan serupa yang dibangun pada 2017 rusak berat akibat banjir bandang pada Maret 2024. Infrastruktur desa, termasuk jalan lingkungan, juga ikut terdampak.

Sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan jembatan ini dibiayai dari dua sumber: bantuan dari pemerintah pusat melalui TMMD sebesar Rp 275 juta dan dana APBD Desa Kalabeso sebesar Rp 324 juta. Kini, jembatan tersebut telah menjadi jembatan konvensional yang dapat dilalui kendaraan dengan kapasitas hingga 15 ton.

“Harapan kami, ke depan ada bantuan tambahan dari Pemda agar jembatan ini bisa ditingkatkan lagi kapasitasnya menjadi jembatan komposit atau bahkan jembatan permanen,” tambahnya.

Kades Sirajuddin juga menyebut, pembangunan ini menjadi contoh nyata sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Pembangunan jembatan limpas tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan warga. (SR)

 

 

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *