PCNU Sumbawa Himbau Nahdliyin Jaga Kondusifitas dan Persatuan di Tengah Dinamika Politik Nasional

oleh -1298 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea (30 Agustus 2025) Menyikapi dinamika dan konstelasi politik nasional yang tengah berkembang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumbawa mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh warga Nahdliyin se-Tana Samawa. Himbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keagamaan dalam menjaga persatuan serta ketertiban di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua PCNU Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, dan Sekretaris, H. Syamsul Munir, S.Hi, pada tanggal 30 Agustus 2025 bertepatan dengan 6 Rabiul Awal 1447 H, terdapat beberapa poin penting yang menjadi seruan kepada warga NU di Sumbawa.

Yakni, turut menjaga kondusifitas Tana Samawa dengan tetap mengedepankan akhlakul karimah, tidak terprovokasi oleh isu, ajakan, atau informasi yang tidak jelas sumbernya, baik yang secaa langsung maupun secara tidak langsung (media social, selebaran, dan lainnya).

Selain itu menguatkan ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah islamiyah, wathaniyah, maupun insaniyah demi terjaganya persatuan dan kesatuan Tau Tana Samawa, dan mendoakan keselamatan bangsa dan tanah air.

Lebih lanjut, PCNU Sumbawa juga menyatakan dukungannya terhadap hak konstitusional warga dalam menyampaikan aspirasi. Namun demikian, hal tersebut harus dilakukan secara tertib, sesuai aturan hukum yang berlaku, dan menjamin keamanan serta ketertiban umum.

Penyampaian aspirasi adalah bagian dari demokrasi yang dijamin oleh konstitusi. Namun kami berharap semua dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan menghindari tindakan yang dapat memecah belah persatuan,” tegas Ketua PCNU Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah.

Dengan himbauan ini, PCNU Sumbawa berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi tetap damai dan saling menghormati di tengah perbedaan pandangan politik. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *