Oknum Polisi Ditemukan Tewas dengan Leher Terikat Tali

oleh -1170 Dilihat
Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., MH

LOMBOK BARAT, samawarea.com (25 Agustus 2025) – Warga Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria, Minggu (24/8/2025) siang. Korban diduga berinisial EFR (29) seorang anggota Polri yang berdinas di Polres Lombok Barat dan berdomisili di dusun yang sama.

Kepolisian dari Polres Lombok Barat langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kematian korban yang hingga kini masih menjadi misteri.

Menurut keterangan yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga berusia 50 tahun yang tengah mencari ayam peliharaannya di area perbukitan belakang rumah sekitar pukul 11.30 Wita. Saat menyisir kawasan tersebut, saksi dikejutkan oleh penemuan tubuh seorang pria yang sudah tidak bernyawa.

“Saksi mendekati jenazah untuk memastikan dan mengetahui bahwa korban memang sudah meninggal dunia,” jelas Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, S.H., MH, Senin (25/8).

Warga tersebut kemudian melaporkan penemuan itu kepada kepala dusun dan meneruskan ke pihak kepolisian. Tim dari Polsek Lembar dan Satreskrim Polres Lombok Barat segera tiba di lokasi untuk mengamankan TKP.

Leher Terikat Tali, Barang Bukti Diamankan

Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.IK., membenarkan adanya penemuan jasad tersebut dan menyampaikan bahwa tim gabungan telah melakukan olah TKP secara menyeluruh. “Penyidik Unit Pidana Umum (Pidum), Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lombok Barat, dan personel Polsek Lembar telah melaksanakan olah TKP terkait meninggalnya korban,” ujar Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi leher terikat tali pada batang pohon di area tanah miring yang cukup curam. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sebuah kunci motor Honda Scoopy, sepasang sandal jepit putih, dan ponsel.

Polisi telah melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban dan mendokumentasikan kondisi TKP secara lengkap. Namun, hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian.

“Kami telah berkoordinasi dengan dokter pemeriksa untuk proses visum luar. Hasil pemeriksaan medis masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” ujarnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.

“Kami mohon agar masyarakat bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kami akan terus menginformasikan perkembangan kasus ini secara terbuka,” tutupnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *