Sumbawa Barat. Samawarea. Com (7 Agustus 2025) Permasalahan kemiskinan kembali menjadi sorotan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa Barat yang digelar di Gedung DPRD, Kamis 7 Agustus 2025 kemarin. Dalam kesempatan itu, Fraksi PDI Perjuangan menyinggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus mengalami peningkatan setiap tahun, tetapi kondisi kesejahteraan masyarakat justru belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
Melalui juru bicara fraksi, Rick Kamuluddin, PDI Perjuangan menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan bukan hanya soal meningkatkan kegiatan produktif masyarakat. Lebih dari itu, upaya tersebut harus mampu menjamin terpenuhinya hak-hak dasar keluarga miskin, termasuk kesejahteraan dan taraf hidup yang layak.
“Peningkatan PAD seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga. Angka kemiskinan di Sumbawa Barat yang saat ini masih berada di angka 12,95% menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah perlu terobosan baru yang lebih efektif,” kata Rick dalam pemandangan umum fraksi.
Rick juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat miskin secara berkelanjutan, bukan hanya melalui program bantuan sesaat. Kebijakan yang diambil harus mampu mengubah kondisi masyarakat dari penerima bantuan menjadi pelaku Pembangunan.
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah saat membacakan jawaban atas pemandangan fraksi DPRD terhadap Rancangan PAPBD 2025
Menanggapi pandangan tersebut, Bupati Sumbawa Barat memberikan jawaban langsung dalam forum Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Jawaban Bupati atas Pemandangan Fraksi DPRD Sumbawa Barat yang dugelar, Jumat 8 Agustus 20254 siang tadi. Amar Nurmansyah menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan, salah satunya melalui program KSB Maju.
Melalui program KSB Maju, yaitu maju pendidikan, maju kesehatan, maju sosial, maju perumahan, maju UMKM, tani ternak, dan maju perikanan, serta KSB maju luar biasa yang berorientasi pada pengembangan pariwisata, pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan serta percepatan pengembangan kawasan industry.
“melalui penyediaan dan optimalisasi infrastruktur pendukung, yang diharapkan dapat menjadi daya ungkit pertumbuhan perekonomian daerah,” jawabanya






