Dibegal Saat Pulang Mancing, Pasangan Suami Istri Dihajar, Motor Dirampas

oleh -1370 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (21 Agustus 2025) – Naas menimpa pasangan suami istri (pasutri), Rabu (20/8/25) malam pukul 20.00 Wita. Saat pulang mancing, pasutri berinisial S (40) dan M (35) dihadang pembegal. Pelaku yang berpakaian serba hitam langsung memukul korban menggunakan balok. Setelah itu pelaku merampas sepedo motor korban lalu dibawa kabur.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH., S.IK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Labuhan Badas IPTU Eko Riyono, SH., M.Si, membenarkan adanya kejadian tersebut. Kejadiannya di sekitar tambang udang Muara Kali, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa.

Menurut penuturan korban, sebelum kejadian, korban M (35) bersama isterinya dalam perjalanan pulang meninggalkan dua rekan mereka yang masih memancing di pinggir pantai. Ketika melintasi area tambak, tiba-tiba seorang pelaku tak dikenal yang mengenakan pakaian serba hitam langsung memukul M dari belakang menggunakan balok. Akibatnya korban terjatuh dari sepeda motor Honda Vario 160 berplat F 3393 UCB. Korban yang sudah tak berdaya kembali dihajar.

Melihat suaminya terkapar, S berusaha menolong. Namun, pelaku juga memukulnya di bagian wajah dan kepala. Meskipun sempat menangkis, S tetap terkena pukulan hingga merasa pusing. Setelah melumpuhkan kedua korban, pelaku membawa kabur sepeda motor korban. S pun berlari ke lokasi memancing untuk meminta bantuan.

Kejadian ini menyebabkan kedua korban mengalami luka serius. M dirujuk ke RSUD Kabupaten Sumbawa karena mengalami muntah darah, akibat pendarahan dari telinga, dan luka lebam di wajah. Sementara S mendapatkan perawatan di Puskesmas Unit I Labuan Sumbawa, dengan luka robek di kening, kepala bagian atas, dan luka lebam pada kedua tangan.

Menindaklanjuti laporan korban, Kapolsek bersama anggota yang diback-up Satuan Reskrim, mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan saksi.

“Kami telah mengambil langkah cepat untuk menanggapi kasus ini. Saat ini, tim kami sedang berupaya maksimal untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Kami menduga pelaku berjumlah dua orang dan kemungkinan merupakan residivis yang kerap beraksi di wilayah Samota,” duga Kapolsek.

Kapolsek juga mengimbau keluarga korban untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak mengambil tindakan sendiri. “Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secepat mungkin dan memastikan para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya,” demikian Kapolsek. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *