RSUD Assy-Syifa Targetkan Pendapatan Rp38 Miliar di 2025, Potensi Meningkat 20% Jika Kerja Sama dengan PT AMMAN Terwujud

oleh -360 Dilihat

Sumbawa Barat, Samawarea. Com (27 Agustus 2025) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Assy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat menargetkan pendapatan sebesar Rp38 miliar pada tahun 2025, naik dari target Rp34 miliar yang ditetapkan untuk tahun 2024. Target ini dinilai realistis mengingat tren peningkatan pelayanan dan optimalisasi berbagai sumber pendapatan yang terus dilakukan oleh manajemen rumah sakit.

PLT Direktur RSUD Assy-Syifa, Andy Suhairi, menyampaikan bahwa capaian tersebut bisa meningkat secara signifikan apabila kerja sama strategis antara RSUD Assy-Syifa dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dapat segera direalisasikan, khususnya dalam penyelenggaraan Medical Check Up (MCU) bagi karyawan perusahaan tambang tersebut.

“Jika kerja sama dengan PT AMMAN dalam hal pemeriksaan MCU karyawan dapat terealisasi, potensi pendapatan rumah sakit bisa meningkat hingga 20 persen,” ungkap Andy Suhairi dalam keterangannya pada Jumat (29/8).

 

Menurut Andy, potensi ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap pendapatan rumah sakit, tetapi juga akan memperkuat posisi RSUD Assy-Syifa sebagai penyedia layanan kesehatan yang kompeten dan terpercaya di wilayah Sumbawa Barat. Selain itu, kerja sama tersebut akan membuka ruang peningkatan kualitas layanan dan perluasan fasilitas, seiring dengan kebutuhan perusahaan besar seperti PT AMMAN terhadap standar pelayanan yang tinggi.

Saat ini, RSUD Assy-Syifa terus melakukan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, hingga digitalisasi sistem pelayanan. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini telah menunjukkan performa yang cukup stabil dan terus meningkat dalam dua tahun terakhir, dengan kinerja pelayanan yang dinilai baik oleh masyarakat.

Dalam proyeksi keuangan 2024, RSUD Assy-Syifa menargetkan pendapatan sebesar Rp34 miliar. Capaian ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah rumah sakit untuk meningkatkan kemandirian finansial dan mendukung peningkatan mutu layanan publik. Jika rencana kerja sama dengan PT AMMAN berjalan sesuai harapan, maka bukan tidak mungkin proyeksi 2025 bisa melampaui angka Rp45 miliar.

Pihak manajemen rumah sakit menyatakan optimis terhadap peluang ini, mengingat RSUD Assy-Syifa telah memiliki pengalaman dan kapasitas untuk menangani layanan MCU dalam skala besar. Dengan jumlah karyawan PT AMMAN yang signifikan, diperkirakan akan terjadi lonjakan layanan MCU yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan rumah sakit.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga menyambut baik potensi kerja sama ini sebagai bagian dari sinergi antara sektor publik dan swasta dalam meningkatkan pelayanan kesehatan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Andy Suhairi menambahkan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan manajemen PT AMMAN untuk menyusun teknis pelaksanaan, termasuk kesiapan tenaga medis, laboratorium, dan sistem pelaporan hasil MCU yang efisien dan akurat.

“Kami siap mendukung kebutuhan perusahaan, dengan tetap mengedepankan kualitas pelayanan dan standar kesehatan yang sesuai regulasi,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, RSUD Assy-Syifa optimis dapat terus tumbuh dan menjadi institusi layanan kesehatan rujukan di kawasan timur Indonesia

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *