Hutan Terakhir Sumbawa: Nafas dan Harapan bagi Masa Depan Samawa

oleh -939 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 Agustus 2025) – Udara bersih adalah harta paling berharga bagi kehidupan di bumi. Semua makhluk hidup, termasuk manusia, membutuhkan udara untuk bernapas. Salah satu sumber utama udara segar dan oksigen adalah hutan. Di Sumbawa, hutan bukan sekadar pepohonan, melainkan paru-paru yang menopang kehidupan flora, fauna, dan manusia di pulau ini.

Hutan Sumbawa memiliki peran vital sebagai pengatur siklus air, penyedia sumber daya alam, dan habitat berbagai makhluk hidup. Jika hutan-hutan ini rusak atau hilang, dampaknya bukan hanya kehilangan ekosistem, tetapi juga ancaman nyata terhadap kelangsungan hidup manusia dan alam di pulau tersebut.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya perubahan besar terhadap kondisi hutan di Sumbawa. Banyak area hutan yang dulu lestari kini telah beralih fungsi menjadi lahan ekonomi, seperti pertambangan emas dan eksploitasi mineral lainnya, terutama di wilayah selatan dan utara Sumbawa. Alih fungsi ini memang membawa keuntungan ekonomi sesaat, namun merusak ekologi dan mengancam sumber kehidupan jangka panjang.

“Hutan Sumbawa adalah sumber mata air dan nafas manusia. Jika hutan hilang, sumber air berkurang bahkan hilang, maka makhluk hidup di Sumbawa pun akan mati,” ujar Iqbal Sanggo, Founder Sambava kepada samawarea.com, Rabu (27/8/25).

Iqbal yang juga Dosen Universitas Teknologi Sumbwa (UTS) ini menegaskan pentingnya kearifan dan kebijaksanaan dalam mengelola hutan, agar keseimbangan antara ekonomi dan ekologi tetap terjaga.

Iqbal juga mengingatkan bahwa masih ada “hutan terakhir” di sekitar desa-desa di Sumbawa yang harus menjadi titik harapan dan perhatian bersama. Menjaga dan melestarikan hutan terakhir ini adalah tugas semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

Apresiasi disampaikan kepada Bupati Sumbawa, Sultan Sumbawa, dan seluruh masyarakat yang telah berkomitmen menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam di tanah Samawa.

“Mari kita hidupkan kembali hutan-hutan Sumbawa, tanam kembali pohon-pohon, sirami dan rawat, agar kita semua bisa bernafas dan hidup dalam Kerik Salamat Tau Dan Tana Samawa,” tutup Iqbal dengan penuh harapan. (SR)

kampung bet

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *