Di tengah derasnya gelombang modernisasi dan kemajuan teknologi, masyarakat Indonesia tetap menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap kegiatan ekonomi yang bersifat mandiri dan berbasis komunitas. Salah satu wujud nyata dari semangat tersebut adalah keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang selama ini tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi ketimpangan kesempatan kerja dan ketergantungan terhadap sektor formal.
UMKM hadir sebagai tulang punggung ekonomi rakyat, menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan tumbuh dalam banyak sektor, termasuk perdagangan, pertanian, kerajinan, serta kuliner. Di Kabupaten Sumbawa, potensi ini begitu terasa. Daerah ini dikenal memiliki kekayaan budaya, semangat wirausaha, dan keberagaman ekonomi lokal yang tumbuh dari bawah. Banyak pelaku UMKM yang secara mandiri mengembangkan usahanya dengan modal terbatas, namun tetap mampu bertahan bahkan berkembang di tengah tantangan zaman.
Salah satu contoh inspiratif dari pelaku UMKM di Sumbawa Besar adalah Pak Lee, seorang penjual tahu tek tek yang telah berjualan dari tahun 2003 atau selama 22 tahun. Meskipun usahanya terlihat sederhana hanya dengan gerobak dan peralatan seadanya, kehadirannya telah menjadi bagian penting dari denyut kehidupan kota. Tidak berlebihan jika disebut bahwa Pak Lee bukan hanya pedagang, tetapi juga penjaga tradisi rasa dan ikon kuliner lokal. Beliau adalah satu-satunya penjual tahu tek tek di kota ini yang dikenal luas lintas generasi, dari anak-anak sekolah hingga para dosen dan pegawai pemerintahan.
Pak Lee telah memulai usaha tahu tek-nya sejak lama, bahkan sebelum istilah ‘UMKM’ populer digunakan. Dalam wawancara yang kami lakukan, beliau mengungkapkan bahwa dirinya adalah satu-satunya penjual tahu tek tek di Kota Sumbawa, dan telah berdagang selama bertahun-tahun tanpa pernah menyerah. Beliau berjualan sejak pagi hari di depan SDN 1 Sumbawa selama 6 tahun, dan sore hingga malam hari di kawasan Lapangan Pahlawan. Kini, beliau menetap di kawasan Lapangan Pahlawan saja, yang menjadi pusat keramaian masyarakat di waktu senggang. Yang membedakan tahu tek buatan Pak Lee dengan yang lain adalah keaslian dan keistimewaannya. Semua bahan mulai dari tahu, lontong, tauge, hingga bumbu kacangnya beliau buat sendiri. Tidak ada bantuan khusus, hanya keuletan dan semangat untuk memberikan rasa terbaik kepada pelanggan. Ketekunan ini membuat tahu tek milik Pak Lee begitu dikenal dan menjadi kuliner legendaris di kalangan masyarakat Sumbawa. Bahkan, pelanggan beliau tidak hanya dari kalangan anak-anak dan remaja, tetapi juga mahasiswa, pegawai, hingga para dosen yang menjadi pelanggan tetap.
Meski usahanya telah berjalan lama dan dikenal luas, Pak Lee tetap menghadapi berbagai tantangan. Salah satu yang paling berat adalah cuaca. Ketika hujan turun, beliau kesulitan berjualan karena hanya menggunakan gerobak sederhana tanpa pelindung memadai. Meskipun begitu, semangatnya tak pernah surut. Yang lebih mengejutkan, hingga saat ini beliau belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah, koperasi, ataupun lembaga keuangan. Semua dijalani sendiri, dari awal hingga sekarang. Dalam pesannya, Pak Lee menyampaikan motivasi yang sangat menyentuh untuk anak muda yang ingin memulai usaha. Ia berkata, “Jangan malu, jangan gengsi, yang penting halal dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh.” Prinsip hidupnya sederhana namun kuat yaitu bekerja keras, jujur, dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain.
Cerita Pak Lee menjadi bukti bahwa bidang usaha kuliner dalam UMKM Indonesia memiliki potensi luar biasa. Tidak hanya memberikan penghidupan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya daerah. Di tangan orang-orang seperti Pak Lee, makanan tradisional bukan hanya bertahan, tapi menjadi ikon kuliner lokal yang tak tergantikan. Usaha tahu tek milik Pak Lee bukan sekadar gerobak di pinggir jalan. Ia adalah simbol ketekunan, orisinalitas, dan kemandirian pelaku UMKM Indonesia. Meski tidak diliputi oleh lampu sorot popularitas atau bantuan dari institusi manapun, beliau tetap berdiri tegak di tengah tantangan dan perubahan zaman.
Cerita Pak Lee seharusnya membuka mata banyak pihak, terutama pemerintah, agar lebih memperhatikan pelaku UMKM lokal yang telah berkontribusi besar terhadap roda perekonomian daerah. Bantuan modal, pelatihan, tempat usaha yang layak, serta fasilitas penunjang adalah bentuk apresiasi yang sepatutnya diberikan. Sebagai masyarakat, kita juga memiliki peran besar dengan membeli, mendukung, dan menyebarkan semangat UMKM lokal. Karena sesungguhnya, usaha kecil seperti tahu tek tek Pak Lee adalah gambaran dari harapan besar yang lahir dari kerja keras dan keikhlasan.
NARASUMBER
Nama: Pak Lee
Peran: Pelaku UMKM – Penjual Tahu Tek Tek
Lokasi Usaha: SDN 1 Sumbawa (pagi hari, sebelumnya), dan Lapangan Pahlawan (sore–malam), Kota Sumbawa Besar
Jenis Usaha: UMKM Kuliner Tradisional
PENULIS
Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa Program Studi Manajemen Kelompok 4 (MJ23A)






