Puluhan Sandro Racik Minyak Berkhasiat, Bupati: Warisan Leluhur yang Harus Terus Dihidupkan

oleh -750 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samwarea.com (29 Juli 2025) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Lomba Sholawatan dan Parade Malala yang diikuti puluhan sandro dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting untuk membangkitkan kembali semangat bersholawat di tengah masyarakat Sumbawa yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius. Ia juga memuji pelestarian tradisi Malala, yang menurutnya merupakan warisan leluhur yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Malala adalah tradisi nenek moyang kita. Kita harus terus hidupkan, bahkan rencananya akan kita hadirkan juga di event-event lain seperti Car Free Night,” kata Bupati pada malam final Lomba Sholawatan yang digelar di Rumah Aspirasi H. Johan Rosihan, Senin (28/7) malam. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian lomba yang diselenggarakan sejak 22 Juli 2025 dalam rangka menyemarakkan Bulan Muharram 1447 H.

Di hadapan Anggota DPR RI Dapil NTB 1, H. Johan Rosihan ST, Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin S.AP., M.M.Inov, serta sejumlah tokoh agama, dan tokoh masyarakat, Bupati melanjutkan bahwa untuk mendukung pelestarian budaya dan semangat religi, mendorong terbentuknya sanggar seni di setiap desa. Dengan adanya sanggar seni, masyarakat dapat aktif berpartisipasi dalam berbagai event, sehingga budaya lokal terus hidup dan berkembang.

Sementara itu, Anggota DPR RI, H. Johan Rosihan, menyampaikan rasa syukur atas sukses dan meriahnya kegiatan ini. Ia juga tengah merancang kegiatan serupa bertajuk Gen Z Bersholawat yang rencananya akan digelar pada Oktober mendatang.

“Kita ingin anak-anak muda Sumbawa kembali menggairahkan kegiatan bernuansa Islami seperti sholawatan dan barzanji. Ini adalah benteng moral untuk generasi muda dari pengaruh buruk seperti narkoba dan hal-hal negatif lainnya,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semboyan Tau Samawa yakni “Adat Barenti Ko Sara’, Sara’ Barenti Ko Kitabullah”, sebagai landasan dalam membangun karakter generasi penerus Sumbawa. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *