Movie at the Museum: Nonton Bareng Film Pelajar, Tebarkan Semangat Keberagaman di Tana Samawa

oleh -766 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (22 Juli 2025) — Program publik inovatif Museum Bala Datu Ranga bertajuk Movie at the Museum atau dalam bahasa lokal disebut Panto Pelem Pang Museum kembali digelar pada Jumat malam (19/7), membawa semangat keberagaman dan harmoni melalui medium film di tengah masyarakat Tana Samawa.

Memasuki pemutaran keempat, Movie at the Museum mengangkat tema Keberagaman di Tana Samawa dengan memutar dua film pendek karya pelajar SMA/SMK asal Sumbawa yang sebelumnya menjuarai ajang Festival Film Sumbawa 2019: Warna Keberagaman Sumbawa. Kedua film tersebut adalah The Difference” karya Putri Intan Frescillya Aqsha (SMAN 2 Sumbawa) dan Harmoni Bertetangga” karya Dewa Ayu Febyanti (SMKN 1 Sumbawa).

Yuli Andari Merdikaningtyas, Kepala Museum Bala Datu Ranga sekaligus produser kedua film tersebut, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan film pelajar sebagai tontonan publik bukan hanya sebagai bentuk apresiasi karya generasi muda, namun juga sebagai media pembelajaran yang relevan dan menyentuh isu-isu sosial lokal.

“Kedua film ini tidak hanya menawarkan cerita yang orisinal dan gaya bertutur yang unik, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya menerima perbedaan dan menjalin harmoni antar etnis di Sumbawa,” jelas Yuli Andari.

Selepas pemutaran, sesi diskusi berlangsung hangat bersama dua narasumber yaitu Nurhadi Ihwani, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), dan I Made Suarya SP, pengurus Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE) Kabupaten Sumbawa. Diskusi turut dihadiri pegiat keberagaman dari FKLE yang menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka dalam merawat harmoni di tengah masyarakat multikultural.

“Keberagaman di Sumbawa adalah anugerah yang harus kita syukuri dan rawat bersama. Tantangan seperti gesekan sosial harus dihadapi dengan membangun komunikasi yang sehat, khususnya antar generasi muda,” ujar I Made Suarya dalam diskusi.

Program Movie at the Museum merupakan bagian dari strategi edukatif Museum Bala Datu Ranga untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar yang hidup, inklusif, dan menyenangkan. Dengan pendekatan sinematik, masyarakat diajak untuk belajar sejarah, budaya, dan nilai-nilai sosial secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan untuk terus memperkuat rasa saling menghormati antar komunitas di Tana Samawa, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun masa depan yang harmonis dan berkeadaban. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *