Langkah Berani NTB: Perluasan Konservasi Perairan Kunci Masa Depan Perikanan Berkelanjutan

oleh -897 Dilihat

Oleh:  Siti Fadilah Hasibuan Mahasiswi Universitas Teknologi Sumbawa 

Indonesia dihimpit oleh dua samudera, yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta beriklim tropis dengan sinar matahari yang mencukupi sepanjang tahun. Maka kawasan ini memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi, untuk melindungi keanekaragaman hayati yang ada didalamnya diperlukan perlindungan kawasan konservasi perairan.

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah pesisir yang memiliki keanekaragaman hayati laut, potensi sumber daya perikanannya sangat melimpah. Namun para nelayan sering melakukan penangkapan ikan secara berlebihan pada sekitar zona kawasan perairan yang dilindungi hal ini menyebabkan penurunan kelimpahan dan biomassa ikan pada daerah tersebut yang berdampak besar pada keseimbangan alam dan kehidupan para nelayan. Bahkan habitat penting seperti terumbu karang dan padang lamun ikut rusak akibat praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan bom atau pukat harimau.

Pemerintah NTB melakukan perluasan kawasan konservasi perairan sebagai langkah yang strategi. Untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut, seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies laut.

Kepala Dinas Kelautan dan perikanan NTB, Muslim, ST.M.Si.  menyatakan bahwa total ada 12 wilayah konservasi ditambah lagi kawasan konservasi hiu paus di Teluk Saleh sehingga menjadi 13 kawasan konservasi, namun kepala dinas kelautan dan perikanan menargetkan ada 16 kawasan yang akan difinalkan pada tahun 2025.

Memperluas kawasan konservasi perairan dapat mengurangi tekanan eksploitasi penangkapan ikan sehingga dapat memberikan waktu terhadap populasi ikan untuk pulih kembali. Apabila para nelayan masih melakukan eksploitasi laut secara berlebihan akan menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati dan terganggunya sistem rantai makanan dilaut, selain itu kondisi ini sangat merugikan nelayan. Para nelayan harus melaut lebih jauh dan mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan hasil tangkapan yang sama seperti dulu. Tangkapan para nelayan dari hari ke hari menurun dan membuat penghasilan mereka berkurang, sehingga kehidupan ekonomi nelayan semakin sulit. Tak jarang pula timbul persaingan dan konflik antar nelayan karena berebut wilayah tangkap. Jika hal ini terus dibiarkan maka laut tidak hanya kehilangan kekayaannya, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut.

Dengan adanya ketetapan dan aturan oleh dinas kelautan dan perikanan tentang perluasan kawasan konservasi perairan, maka akan memberikan  kawasan perairan yang lebih berkelanjutan di kemudian hari. Pendapatan nelayan akan meningkat, yang sebelumnya nelayan harus melaut lebih jauh dan mengeluarkan biaya operasional yang lebih tinggi, apabila kawasan konservasi perairan ini ditetapkan maka nelayan akan lebih sedikit mengeluarkan biaya operasional.

Karena melihat berbagai tantangan nyata eksploitasi laut yang berlebihan, perluasan kawasan konservasi perairan di NTB merupakan langkah yang sangat tepat dan patut didukung, sehingga menjadi dampak positif untuk ekosistem perairan. Sudah saatnya semua pihak baik pemerintah, nelayan, maupun masyarakat umun, bersatu dalam menjaga laut sebagai sumber kehidupan bersama. Agar ekosistem laut tetap terjaga dan tetap kaya dengan keanekaragaman hayati nya. (*)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *