Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 17/6/2025)
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor pertanian melalui program strategis bertajuk “KSB Maju Pertanian”. Sesuai dengan janji politiknya Salah satu program unggulan yang akan segera direalisasikan adalah pemberian bantuan panen kepada para petani, yang besarnya disesuaikan dengan luas lahan pertanian yang mereka miliki, dengan plafon bantuan maksimal Rp500 ribu per hektare.
Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatul Milad, menyampaikan bahwa bantuan ini bukan hanya menyasar kelompok tani tertentu atau golongan petani besar, tetapi dapat diakses oleh seluruh masyarakat KSB yang memiliki lahan pertanian aktif, tanpa terkecuali.
“Bantuan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap petani lokal. Siapa pun bisa mengaksesnya, yang penting mereka adalah warga KSB dan benar-benar memiliki lahan pertanian,” tegas Jamilatul saat ditemui di kantor Dinas Pertanian, Rabu (18/6/2025).
Lebih lanjut, Jamilatul menjelaskan bahwa besaran bantuan akan dihitung secara proporsional berdasarkan luas lahan yang dimiliki oleh petani. Misalnya, jika seseorang memiliki 2 hektare lahan yang aktif dikelola, maka ia berhak menerima bantuan maksimal sebesar Rp1 juta. Namun demikian, bantuan ini dibatasi pada maksimal Rp500 ribu per hektare, untuk menjamin pemerataan dan efektivitas penyaluran dana bantuan.
Program ini dirancang untuk mendukung proses panen, terutama dalam hal biaya operasional seperti upah buruh panen, biaya pengangkutan hasil, dan pengadaan alat panen sederhana. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani dan menjaga ketahanan pangan lokal.
Dinas Pertanian KSB juga telah menyiapkan mekanisme pendaftaran dan verifikasi data petani penerima manfaat, guna memastikan bantuan tepat sasaran. Petani hanya perlu menyiapkan dokumen kepemilikan lahan dan surat keterangan dari desa, yang akan diverifikasi oleh petugas lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan. Tidak ada pungutan, tidak ada perantara. Ini program dari rakyat untuk rakyat,” tambah Jamilatul.






