SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Juni 2025) — Suasana penuh semangat dan rasa syukur menyelimuti Dusun Ai Bari, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Kamis (5/7) siang ini. Kapolda NTB beserta jajaran, ratusan petani, pejabat propinsi dan kabupaten, serta perwakilan dari berbagai instansi hadir dalam momen bersejarah. Panen Raya Jagung Kwartal Kedua Tahun 2025, yang juga tersambung secara virtual dengan Presiden Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan bahwa panen kali ini bukan sekadar panen biasa, melainkan simbol ketangguhan dan konsistensi petani Sumbawa dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.
“Ini adalah bukti nyata kerja keras dan ketekunan para petani Sumbawa. Kita tidak hanya panen jagung di lapangan ini, tetapi juga menunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa Sumbawa siap bersaing di pasar global,” ujar Bupati Jarot.
Dilaporkan Bupati, sepanjang tahun 2024, Kabupaten Sumbawa mencatat prestasi luar biasa dengan produksi jagung sebesar 715.641 ton dari 98.535 hektar lahan. Angka ini mengukuhkan posisi Sumbawa sebagai sentra jagung terbesar di NTB, bahkan sebagai pemain utama dalam ekspor jagung nasional.
Memasuki tahun 2025, hingga bulan Mei saja, Sumbawa telah memproduksi 267.460 tonu jagung dari 60.270 hektar lahan panen. Pemerintah optimistis angka ini akan terus meningkat seiring iklim yang mendukung dan pola tanam yang terjaga.
Panen ini dirangkaikan dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri untuk Polda NTB, yang akan dibangun di tiga titik strategis yakni Polsek Moyo Utara, Polsek Lape, dan Polsek Tarano. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi persoalan klasik penyimpanan hasil panen dan menjamin distribusi pangan yang lebih stabil dan efisien.
Bupati Haji Jarot juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda dan Wakapolda NTB yang hadir langsung di lokasi, sebagai wujud sinergi antara sektor pertanian dan keamanan wilayah.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
“Mari kita jaga momentum ini, tingkatkan produktivitas, dan perluas akses pasar. Semoga panen ini membawa berkah, kesejahteraan, dan kebanggaan bagi kita semua,” tandasnya, seraya menambahkan bahwa Panen Raya Jagung di Ai Bari bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi pertanian Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing global. (SR)






