SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Juni 2025) – Suasana ceria dan penuh haru menyelimuti halaman RA Bustanul Jannah Sumbawa, Selasa (17/6), saat digelarnya acara “Pentas Ceria” dalam rangka pelepasan siswa Kelompok B dan penerimaan rapor siswa Kelompok A Tahun Ajaran 2024/2025.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, Ketua Yayasan Dharma Wanita Kemenag, Kepala RA Bustanul Jannah Endang Suwarni, S.Pd., para guru, serta orang tua/wali murid.
Kegiatan dibuka dengan berbagai penampilan anak-anak dari kelas A hingga kelas B. Mulai dari fashion show hingga tarian daerah dengan balutan busana adat Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo), hingga penampilan mengesankan dari anak-anak penghafal Juz 30 yang membacakan ayat suci Al-Qur’an dengan penuh penghayatan.
Tak ketinggalan ibu-ibu wali murid gabungan seluruh kelas naik panggung untuk sholawatan.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah keberanian tiga master of ceremony cilik yang memandu acara dengan fasih dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Ini mencerminkan metode pembelajaran multibahasa yang diterapkan di RA Bustanul Jannah, sekaligus menjadi bukti keberhasilan pendekatan pendidikan holistik yang diterapkan.
Dalam sambutannya, Kepala RA Bustanul Jannah Endang Suwarni, S.Pd., mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di RA Bustanul Jannah.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Ayah Bunda yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan masing-masing. Acara ini bukan hanya tentang pelepasan, tapi bentuk penghargaan terhadap proses tumbuh kembang anak-anak kita. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujarnya penuh haru.
Ia mengakui “Pentas Ceria” disiapkan dengan penuh semangat dan kebersamaan, meninggalkan kesan mendalam. Pentas ini bukan hanya ajang hiburan, melainkan juga representasi dari hasil pendidikan karakter dan spiritual yang telah ditanamkan selama ini.
“RA Bustanul Jannah pun terus mengukuhkan diri sebagai tempat pendidikan anak usia dini yang tidak hanya nyaman, tetapi juga berorientasi pada pembentukan generasi yang berakhlak, cerdas, dan mencintai budayanya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Endang Suwarni menyampaikan bahwa pada tahun ajaran ini, RA Bustanul Jannah mengasuh sebanyak 113 siswa yang terbagi dalam empat kelas, yakni tiga kelas Kelompok B dan satu kelas Kelompok A. Sebanyak 85 siswa dari Kelompok B akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Kepala Kemenag Sumbawa dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Ia mengapresiasi peran RA Bustanul Jannah sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Dharma Wanita Kemenag yang telah memberikan layanan pendidikan yang aman dan mendidik.
“Pendidikan usia dini adalah fondasi masa depan. Memilih lembaga yang tepat untuk anak-anak adalah investasi besar. Bahkan sering kali biaya pendidikan anak usia dini lebih tinggi dibandingkan tingkat SMA, karena begitu banyak aspek yang harus diperhatikan, termasuk keamanan, kenyamanan, dan sarana bermain yang memadai,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang berupaya melakukan perbaikan terhadap fasilitas gedung yang masih berstatus barang milik negara, serta mengajak masyarakat untuk mendukung pengembangan sarana dan prasarana RA Bustanul Jannah.
Sebelumnya, Ketua Panitia sekaligus perwakilan wali murid, Sri Hartati Zen, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Tanpa kerja sama dan kebersamaan, kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan meriah.
“Acara ini bukan sekadar pelepasan anak didik, tetapi juga bentuk apresiasi dan ungkapan kebanggaan kami kepada anak-anak yang telah menyelesaikan masa belajar mereka di RA Bustanul Jannah. Kami tahu, mereka datang ke sekolah ini sebagai anak-anak kecil yang polos, dan hari ini mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, penuh percaya diri, dan siap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya,” ungkapnya.
Semua itu sambungnya, tentu tidak lepas dari peran dan dedikasi luar biasa dari para guru. Untuk itu, Ia menyampaikan penghargaan yang tak terhingga kepada para guru.
“Sebagai orang tua, kami juga merasakan kehangatan, ketulusan, dan cinta yang diberikan kepada anak-anak kami selama belajar di sini. Banyak momen indah yang tak akan terlupakan—dari belajar doa-doa harian, hafalan surat pendek, hingga bermain sambil belajar bersama teman-temannya. Semua menjadi bekal penting bagi mereka, baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual, ” ucapnya.
Ia pun meminta dukungan dan doa agar kelak tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan sesama. (SR)






