Pemerintahan Jarot-Ansori Siap Amankan Investasi Udang Sumbawa Senilai 7 Triliun

oleh -1136 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3 Maret 2025) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mengamankan Proyek Strategis Nasional Udang Sumbawa yang memiliki nilai investasi Rp 7 triliun.

“PSN ini memiliki multiplier effect yang sangat besar bagi perekonomian daerah, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati yang didampingi Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori dan Sekda Dr. Budi Prasetiyo S.Sos., M.AP saat menggelar rapat koordinasi perdana bersama Kepala Perangkat Daerah dan Unit Kerja Perangkat Daerah, Senin, 3 Maret 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula H. Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa ini dihadiri Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Direktur RSUD, para Kabag, Camat se-Kabupaten Sumbawa, serta Lurah se-Kecamatan Sumbawa.

Untuk diketahui, produksi udang Kabupaten Sumbawa menjadi yang tertinggi di Indonesia pada tahun 2022. Dan pada tahun 2023, produksi udang telah memberikan konstribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dan neraca ekspor.

Dengan keunggulan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengusulkan pengembangan klaster pangan akuatik komoditas unggulan udang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025-2029. Usulan hilirisasi dalam pengembangan pangan akuatik udang Kabupaten Sumbawa menjadi PSN, berangkat dari berbagai persoalan.

Di antaranya, Sumbawa menghasilkan udang tertinggi di Indonesia namun belum memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Capaian produksi udang Sumbawa tertinggi secara nasional tanpa intervensi pemerintah pusat, sedangkan daerah lain mendapatkan intervensi dari APBN.

Kemudian infrastruktur di Kabupaten Sumbawa belum menunjang peningkatan produktifitas dan efisiensi. Selain itu potensi pengembangan klaster pangan akuatik masih besar. Dari 10.375 hektar potensi lahan, baru 3.421 Ha yang berproduksi. Demikian dengan produktifitas tambak tradisional masih rendah sehingga perlu ditingkatkan menjadi semi intensif.

Sebelumnya, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Proyek Infrastruktur Prioritas Nasional (P3IPN) Bappenas, Sumedi Andoni Mulyo, mengatakan, hilirisasi SDA unggulan udang Sumbawa sesuai dengan Asta Cita Presiden 2025-2029 dan RPJPN 2025-2045.

Usulan kegiatan pengembangan klaster udang Sumbawa memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi, lingkungan dan sosial. Untuk pengembangan klaster pangan akuatik udang, Sumedi menyatakan sudah masuk dalam Long List PSN.

Selanjutnya, Direktorat Regional Bappenas, Direkrorat Kelautan dan Perikanan, dan Direktorat P3IPN telah melakukan literatur reviw analisis dan studi lapangan sehingga layak untuk dimasukkan dalam daftar usulan PSN.

Direktur P3IPN meminta agar pengembangan klaster pangan akuatik udang Kabupaten Sumbawa dimasukkan dalam RPJMN 2025-2029 yang akan ditetapkan pada Musrenbangnas sehingga langkah pemerintah pusat ini harus diikuti dengan penetapan yang sama terkait hilirisasi udang yang ditetapkan dalam RPJMD Provinsi NTB 2025-2029 dan RPJMD Kabupaten Sumbawa 2025-2029. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *