Pasca Operasi Pasar oleh PEMDA, Harga Cabai Turun Menjadi 120 Ribu di Pasar Taliwang

oleh -481 Dilihat

Sumbawa Barat, Samawarea. Com ( 5/3/2024)

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah melaksanakan operasi pasar untuk menanggulangi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, salah satunya adalah cabai yang sempat melonjak tajam. Kegiatan ini merupakan respons terhadap hasil pemantauan yang dilakukan di Pasar Tanah Mira, Taliwang, yang menunjukkan harga cabai yang melambung tinggi, bahkan mencapai angka Rp 200.000 per kilogram.

Bertindak cepat atas situasi tersebut, Pemda KSB, melalui Dinas Ketahanan Pangan, segera menginisiasi operasi pasar yang bertujuan untuk menurunkan harga-harga barang pokok, dengan fokus pada kebutuhan masyarakat yang paling mendesak. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah menyediakan cabai rawit dengan harga yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 65.000 per kilogram.

Dr. Hpanganl Azmi, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat, menjelaskan bahwa operasi pasar ini adalah salah satu instruksi langsung dari Bupati Sumbawa Barat untuk menstabilkan harga pangan dan membantu meringankan beban masyarakat. “Ya, sekarang kita lakukan operasi pasar sesuai instruksi langsung dari Bupati Sumbawa Barat dengan menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok, salah satunya yang paling menonjol adalah cabai. Di pasar, harga cabai sempat mencapai Rp 200.000 per kilogram, namun di pasar murah kami menyediakan harga yang jauh lebih terjangkau, yaitu hanya Rp 65.000 per kilogram,” ungkapnya.

Pasca pelaksanaan operasi pasar, hasilnya pun mulai terlihat. Media ini langsung melakukan pemantauan di Pasar Tanah Mira Taliwang untuk mengamati perkembangan harga cabai. Berdasarkan pantauan yang dilakukan, harga cabai yang sebelumnya melambung tinggi kini mulai mengalami penurunan signifikan. Salwati, salah satu pedagang di Pasar Tanah Mira, mengungkapkan bahwa harga cabai sudah mulai turun menjadi Rp 120.000 per kilogram. “Harga cabai hari ini sudah turun, kemarin bisa mencapai Rp 200.000, namun sekarang harga cabai sudah turun menjadi Rp 120.000,” ujarnya.

Meskipun harga cabai masih tergolong tinggi dibandingkan dengan harga yang ditawarkan dalam operasi pasar, penurunan harga tersebut merupakan langkah positif yang menunjukkan bahwa upaya Pemerintah Daerah KSB mulai memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Diharapkan dengan terus dilakukannya operasi pasar, harga-harga komoditas pangan, khususnya cabai, dapat kembali stabil dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan langkah ini, Pemda KSB membuktikan komitmennya dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan memberikan perlindungan kepada warga Sumbawa Barat dari lonjakan harga yang dapat memberatkan ekonomi rumah tangga. Pemerintah daerah pun memastikan bahwa kegiatan ini akan berlanjut untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, serta memonitor harga-harga pasar agar tidak merugikan masyarakat.

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *