Jaringan Irigasi Bendungan BB Bermasalah, Komisi III DPRD Desak BWS-NT Segera Tangani  

oleh -934 Dilihat

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 Maret 2025) – Jaringan irigasi Bendungan Batu Bulan bermasalah. Debit air yang masuk ke lahan pertanian masyarakat petani kian menyusut.

Karena itu para petani yang tergabung dalam Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi (IP3A) Batu Bulan dan Forum Komunikasi Perkumpulan Petani Pemakai Air Nusa Tenggara Barat (FKP3A NTB), menuntut leading sektor terkait untuk menanganinya.

Aspirasi ini disampaikan kepada DPRD Kabupaten Sumbawa. DPRD melalui Komisi III yang salah satunya menangani bidang pertanian langsung menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengundang Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Dinas Pertanian, Bappeda, Kepala BWS NT l di Mataram, Kepala OP IV BWS NT. l di Sumbawa, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup NTB di Mataram, Unit Pengelolah Bendungan UPB BWS NT. l Mataram, Komisi irigasi Provinsi NTB Mataram, Komisi Irigasi Kabupaten Sumbawa, Satker OP V BWS NT.l di Sumbawa, Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi (IP3A) Batu Bulan, Pengamatan Pengairan Daerah Irigasi Batu Bulan, dan Forum Komunikasi Perkumpulan Petani Pemakai Air Nusa Tenggara Barat (FKP3A NTB).

Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, RDP yang digelar, Selasa, 11 Maret 2025 ini dipimpin Ketua Komisi III, Syaifullah, S.Pd. M.M.Inov didampingi Anggota M.Taufik dan Saipul Arif. Hasil RDP ini diputuskan beberapa upaya.

Di antaranya, Komisi lll meminta Kepala OP. lV BBWS NT l untuk segera melakukan penanganan jaringan irigasi Batu Bulan yang bermasalah. Meminta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi NTB untuk menjaga dan melestarikan hutan serta mengawasi aktivitas tambang Lantung.

Kemudian, Komisi Irigasi segera berkoordinasi dengan semua pihak dalam mengatasi permasalahan petani. Dan, meminta Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas PUPR dan Dinas Pertanian berkoordinasi dan memfasilitasi masyarakat petani.

Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas sektoral dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumbawa. Petani berharap adanya tindak lanjut yang cepat dan konkret agar produksi pertanian mereka tidak terganggu lebih lanjut. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *