Proyek Pembangunan LABKESDA Kabupaten Sumbawa Barat Alami Keterlambatan, CV. Anra Wijaya Perdana Didenda

oleh -533 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (9 Januari 2025) – Pekerjaan proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Kabupaten Sumbawa Barat, yang bernilai lebih dari 13 milyar Perdana yang di CV. Anra Wijaya Perdana, tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Kontrak pekerjaan dimulai pada 16 Juli 2024 dan seharusnya selesai pada 17 Desember 2024. Namun, meskipun kontrak telah berakhir, tampak masih ada pekerja yang terlihat di lokasi proyek, meskipun sebagian besar pekerjaan sudah mencapai tahap akhir atau finishing.

Konsultan pembangunan LABKESDA, Suratman, mengonfirmasi bahwa meskipun pekerjaan pembangunan tidak selesai tepat waktu, progres pekerjaan sudah cukup baik. Ia juga menegaskan bahwa kontraktor telah dikenakan denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Progres pembangunan LABKESDA memang bagus, hampir selesai, namun memang tidak dapat selesai tepat waktu. Oleh karena itu, kontraktornya sekarang dikenakan denda sesuai peraturan yang ada,” jelas Suratman.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan proyek tersebut. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang tidak mendukung selama pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, proses tender proyek yang cukup lama juga menjadi salah satu penyebab utama lambatnya dimulainya pembangunan. Mengingat proyek LABKESDA ini memiliki skala yang sangat besar dan anggaran yang mencapai 13 milyar rupiah, proses perencanaan dan pelaksanaan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan.

Dari pantauan langsung media ini, meskipun kontrak pekerjaan telah berakhir pada 17 Desember 2024, masih terlihat sejumlah tukang yang bekerja di lokasi proyek. Pekerjaan yang tersisa saat ini sebagian besar berada pada tahap finishing atau penyelesaian akhir. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pekerjaan hampir selesai, waktu yang tersedia ternyata belum cukup untuk menyelesaikan semua tahapan pembangunan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

Denda yang dikenakan kepada kontraktor diharapkan dapat memberikan efek jera dan mendorong pihak terkait untuk lebih disiplin dalam menyelesaikan proyek-proyek besar di masa mendatang. Selain itu, pihak pemerintah daerah juga diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan proyek serupa agar keterlambatan serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Sementara itu manajemen CV. Anra Wijaya Perdana di Denda yang di konfirmasi masi melalui WA tidak ada tanggapan sampai berita ini dinaikan.

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *