Pemotor Tak Dikenal Serang Dua Bus Idola Trans di Wilayah Utan

oleh -1047 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 Januari 2024) – Sejumlah penumpang terkejut. Pasalnya dua unit bus travel Idola Trans yang ditumpanginya diserang pemotor tak dikenal, Sabtu (11/1/25) malam pukul 23.30 Wita. Satu bus yang melaju di depan mengalami lecet di bagian bodinya, sedangkan satu bus lainnya yang tak jauh berada di belakang, kacanya pecah.

Khoirun Fikri, salah seorang penumpang Bus Travel Idola Trans Nopol B 7107 PDB yang dihubungi samawarea.com, Minggu (12/1) pagi, menuturkan, bus yang ditumpanginya melaju dari Mataram menuju Sumbawa. Memasuki wilayah Kecamatan Utan, tepat di jalan lurus setelah Beringin Sila sebelum SPBU, terlihat banyak orang yang diduga hendak melakukan balap liar. Bus terus melaju bahkan menyalip pengendara sepeda motor yang berboncengan.

Mungkin karena disalip, pemotor yang menggunakan sepeda motor Sonic ini melaju kencang berusaha mendahului bus. Tak berselang lama terlihat pemotor itu berbalik, melaju dari arah berlawanan langsung melempar batu sekepal tangan orang dewasa hingga mendarat ke bagian depan bus. Suaranya cukup mengejutkan para penumpang. “Kami kaget karena suaranya seperti bus menabrak sesuatu,” kata Fikri.

Namun sopir, Yasir, yang menyadari aksi pemotor tak dikenal itu terus melajukan busnya untuk keluar dari wilayah tersebut guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Setelah dirasakan aman, bus berhenti untuk mengecek dampak dari lemparan itu. Ternyata terdapat bekas lemparan di bagian depan, tidak sampai mengenai kaca. Ternyata bukan hanya itu saja Bus Idola Trans lainnya yang berada di belakang dan dikemudikan Agus, juga mengalami nasib serupa. Busnya dilempar diduga pelaku yang sama, menyebabkan kaca depan pecah.

“Saya duga ini ulah para pelaku yang hendak melakukan aksi balap liar. Serangan itu bukan hanya merusak bus, tapi juga bisa membahayakan kami sebagai penumpang,” ucap Fikri.  

Sementara pemilik Idola Trans, Dr. Fikar yang dikonfirmasi membenarkan dua busnya dilempar orang tak dikenal. Ia telah menyarankan sopir untuk melaporkan kasus itu ke Polsek Utan. Fikar berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan rutin menggelar patroli setiap terutama malam minggu saat jam-jam rawan. Sebab lokasi itu kerap dijadikan tempat aksi balap liar.

“Ini bukan kejadian pertama. Setahun lalu travel Pancasari juga dilempar, setelah melintas di jalan lurus Utan yang kebetulan ada sekelompok pemotor yang mungkin akan melakukan aksi trek-trekan,” ungkapnya.

Kejadian yang dialami bus travelnya, bukan hanya di Sumbawa, tapi pernah juga dilempar di wilayah Rempung, Lombok. Saat itu busnya melintas di jalan yang akan dijadikan lokasi balap liar oleh sekelompok pengendara.

“Mungkin saat mereka mau start, travel lewat sehingga merasa terganggu dan melampiaskan kemarahannya dengan cara melempar bus. Ini membahayakan membuat kami dan penumpang merasa tidak aman. Jadi kami mohon bisa jadi atensi aparat berwenang,” ujarnya. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *