Kementerian Lingkungan Hidup Bangun Pabrik Pengolahan Batuan Emas Ramah Lingkungan di Desa Seloto

oleh -400 Dilihat

Sumbawa Barat,Samawarea.com 23 Januari 2025.

Dalam upaya mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan akibat penggunaan bahan berbahaya dalam pengolahan batuan emas, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia telah memulai pembangunan pabrik pengolahan batuan emas ramah lingkungan di Desa Seloto, Sumbawa Barat. Proyek ini diperkirakan menelan anggaran sebesar lebih dari 1,5 miliar rupiah.

Bayu, salah satu perwakilan dari KLH Pusat yang ditemui di ruangan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbawa Barat, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis untuk menggantikan penggunaan merkuri yang selama ini digunakan dalam proses pengolahan batuan emas dengan bahan yang lebih ramah lingkungan, yaitu sianida. “Langkah ini sebagai upaya menghilangkan peredaran zat berbahaya bagi lingkungan dalam pengolahan batuan menjadi emas yang selama ini menggunakan merkuri. Kami akan mengganti penggunaan bahan merkuri dengan sianida, yang lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi ekosistem sekitar,” jelas Bayu.

Penggunaan merkuri dalam proses pertambangan emas telah lama diketahui dapat menimbulkan dampak negatif yang sangat besar bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Merkuri yang terlepas ke udara atau masuk ke dalam air tanah dapat meracuni flora dan fauna, serta mencemari sumber air yang digunakan oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi yang lebih aman dan berkelanjutan, mengingat sianida yang akan digunakan juga lebih mudah terurai dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan jangka panjang pada lingkungan.

Selain itu, pembangunan pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengolahan emas di wilayah tersebut, memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat setempat, serta memperkenalkan teknologi ramah lingkungan dalam sektor pertambangan yang selama ini banyak berkontribusi pada degradasi alam.

Kehadiran pabrik pengolahan batuan emas ramah lingkungan di Desa Seloto juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, di mana aspek perlindungan lingkungan tetap menjadi prioritas utama meskipun sektor pertambangan terus berkembang.

Proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan, tetapi juga menjadi model bagi daerah-daerah lainnya dalam mengelola sumber daya alam secara lebih bijaksana dan bertanggung jawab.

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *