SUMBAWA BESAR, samawarea.com (10 Januari 2025) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir. Irin Wahyu Indarni, meminta pemerintah desa/kelurahan untuk cepat melaporkan jika terjadi bencana guna pengalokasian bantuan pangan.
Saat ini pemerintah telah memiliki sistem khusus untuk penanganan bencana alam terutama dalam memproses bantuan pangan bagi korban terdampak. Untuk memproses bantuan pangan beras terkait bencana alam dimulai dari desa yang harus bersurat ke BPBD Kabupaten Sumbawa dalam kurun waktu 1X24 jam dan selanjutnya data dari BPBD menjadi acuan penyalurannya.
“Saya minta kepada kepala desa dan lurah di 24 kecamatan segera melaporkan jika terjadi bencana alam sebagai dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Tapi yang terpenting dari bencana adalah warga harus siap siaga karena bencana hidrometeorologi dapat diprediksi sebelumnya terlebih lagi pada lokasi yang rawan bencana,” kata Irin belum lama ini, seraya menyebutkan bahwa potensi bencana alam yang sering terjadi saat ini adalah banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Dalam merespon permohonan pemerintah desa dan kelurahan jika terjadi bencana, kata Irin, Dinas Ketahanan Pangan akan menambah stok cadangan pangan pemerintah (CPP) sebanyak 25 ton untuk tahun 2025 ini. Sebab bukan hanya korban terdampak bencana banjir yang mendapatkan bantuan CPP, melainkan juga bencana lainnya termasuk kebakaran.
Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 3 Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan mewaspadai bencana hidrometeorologi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi. Karena pada dasarian Januari 2025 diprediksi curah hujan cukup tinggi. Ini juga diikuti fenomena La Nina lemah yang menyebabkan potensi curah hujan lebih tinggi dari biasanya dan berpeluang terjadi bencana banjir. (JS/SR)






