SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Desember 2024) – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa, H. M. Ali Tunru, S.Sos., mengungkapkan potensi zakat di Kabupaten Sumbawa yang mencapai Rp 12 miliar per tahun.
Namun pengumpulan sepanjang tahun 2024 baru mencapai Rp 3,6 miliar dari target Rp 5 miliar yang ditetapkan BAZNAS pusat dan provinsi. Karena itu perlu dilakukan gerakan pengumpulan zakat dengan mengoptimalkan keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) guna meningkatkan kompetensi petugas UPZ agar lebih kreatif dan inovatif dalam pengelolaan zakat.
“Inilah salah satu tujuan digelarnya Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Sumbawa,” kata Haji Ali—sapaan Ketua BAZNAS Sumbawa dalam Rakor tersebut yang digelar di Aula H. Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, Senin (23/12) pagi.
Dikatakan Haji Ali, selama tahun 2024 ini, BAZNAS Sumbawa telah telah menyalurkan zakat infaq shadakah kepada masyarakat dalam berbagai program. Ia menyebutkan ada 5 program unggulan BAZNAS Sumbawa.
Pertama, Baznas Sumbawa Cerdas yaitu menyalurkan bantuan untuk anak sekolah, dan guru tidak tidak tetap (GTT) baik yang berada di sekolah negeri maupun swasta. Seperti belum lama ini, Baznas melalui Pjs Bupati Sumbawa memberikan bantuan kepada siswa dan GTT SD Muhammadiyah Sumbawa belum lama ini.
Kedua, Baznas Sumbawa Sehat. Dari program ini ungkap Haji Ali, hampir setiap hari 3-5 orang dibantu Baznas untuk biaya berobat lanjut ke Mataram. Selain bantuan dana, Baznas Sumbawa juga memberikan rekomendasi kepada keluarga pasien untuk diteruskan kepada Baznas Propinsi.
Atas dasar rekomendasi ini, Baznas Propinsi memberikan bantuan maksimal Rp 3 juta jika dirawat di Rumah Sakit Propinsi. Ketika dirawat di Sanglah Bali, bantuan maksimal Rp 5 juta, dan apabila di luar NTB dan Bali, diberikan bantuan maksimal Rp 10 juta. “Syarat mendapat bantuan ini, masuk kategori miskin dan mengantongi BPJS Kelas 3,” imbuhnya.
Ketiga, Baznas Sumbawa Makmur. Program ini untuk membantu biaya hidup orang tak mampu, modal usaha bagi pedagang bakulan dan lainnya. Program selanjutnya, adalah Baznas Sumbawa Peduli. Program ini untuk membantu korban bencana seperti kebakaran, putting beliung, dan lainnya. Melalui program ini juga Baznas Sumbawa membangun 30 unit Rumah Layak Huni pada Tahun 2024 ini senilai total Rp 750 juta.
Program unggulan berikutnya, Baznas Sumbawa Taqwa, untuk membantu pengadaan sarana prasarana dan kegiatan keagamaan, TPQ, masjid dan majelis taklim. Bantuan yang diberikan sebatas kemampuan yang ada pada Baznas.
Di bagian lain Haji Ali mengapresiasi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi pengumpul zakat terbanyak di Kabupaten Sumbawa. Yaitu Dinas Dikbud, Dikes dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa. Apresiasi ini disampaikan dalam bentuk penghargaan. Selain itu Baznas Sumbawa juga menerima zakat profesi dari Bupati Sumbawa, Asisten 1 Sekda, dan beberapa kepala OPD.
Untuk diketahui, Rakor UPZ se-Kabupaten Sumbawa ini diisi dengan Diskusi Panel menghadirkan empat narasumber. Yaitu HM. Ali Tunru S.Sos (Ketua Baznas), Ir. Hj. Nur Zaenab (Wakil Ketua I), H. Syaifullah SH (Wakil Ketua II) dan Dr. Supriyadi SH.I, MH.I (Sekretaris).
Materi yang disampaikan yaitu sinergitas pengelolaan dan pendayagunaan zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS). Selain itu regulasi pengelolaan ZIS di Kabupaten Sumbawa. Terakhir, acara ditutup dengan penandatanganan Resolusi Hasil Rakor UPZ Tahun 2024 oleh perwakilan peserta Rakor UPZ dan Ketua BAZNAS Sumbawa. (SR)






