SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Desember 2024) – “Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan” menjadi tema yang diangkat Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2024 yang digelar Lembaga Peduli Penyandang Disabilitas (LPPD) Pulau Sumbawa, Senin (23/12/2024).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Balai Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak dan potensi penyandang disabilitas.
Acara cukup meriah dengan menampilkan berbagai atraksi seni seperti tarian, ngumang, musikalisasi puisi dengan bahasa isyarat, gelar karya, pembagian bantuan, launching kantor Perwakilan Lembaga Peduli Penyandang Disabilitas di Kabupaten Bima, Dompu dan Sumbawa Barat, pemberian penghargaan, sertifikat pelatihan keterampilan serta pembagian doorprize.
Selain itu, ada pula gelar karya batik tulis motif khas tenun Sumbawa, baju adat, pernak-pernik hiasan kepala khas Sumbawa, tas rajut, aneka kue, bros, bandana, hasil kriya dan kerajinan dari penyandang disabilitas.
Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda, Ir Dirmawan menyampaikan pentingnya peran semua pihak untuk menciptakan akses yang inklusif.
“Peringatan ini menjadi pengingat bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan, fasilitas, dan dukungan agar dapat berkontribusi bagi masyarakat,” kata Dirmawan.
Ia mengatakan pemerintah berkomitmen melaksanakan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2016 tentang disabilitas.
Disebutkan, momentum hari penyandang disabilitas bukan hanya sekedar seremonial belaka, melainkan juga refleksi. Karena masih banyak penyandang disabilitas mengalami hambatan.
Pemerintah kata Dirmawan, memberikan akses mulai dari pendidikan, kesehatan, fasilitas kerja dan fasilitas transportasi. Salah satu sarana yang harus terpenuhi adalah sarana pelayanan disabilitas. “Karena itu Pemda Sumbawa akan memenuhi persyaratan sarana dan prasarana disabilitas di fasilitas umum,” katanya.
Pemerintah selalu melaksanakan kebijakan yang mendukung penyandang disabilitas. Salah satunya menetapkan kuota penyandang disabilitas pada seleksi CPNS dan PPPK. Kemudian fasilitas publik yang dibuat menjadi lebih ramah disabilitas. Karena itu, akan diupayakan sarana ini akan dipenuhi di seluruh fasilitas umum.
Selanjutnya, pemda melaksanakan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas di antaranya kerajinan tangan maupun teknologi informasi, sehingga para penyandang disabilitas bisa lebih mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Lebih jauh, Dirmawan mengakui kebutuhan inklusif bagi penyandang disabilitas memang masih banyak yang belum terpenuhi. Untuk itu diharapkan semua pihak memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas agar dapat lebih berkembang. “Memang semuanya belum bisa dipenuhi sekaligus. Namun akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Ia meminta kepada warga agar menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. “Anak-anak disabilitas membanggakan atas prestasi dan kelebihan yang dimiliki. Saya ucapkan selamat hari disabilitas internasional,” pungkasnya. (SR)






