SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 November 2024) – Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumbawa nomor urut 1, Hj. Dewi Noviany S.Pd M.Pd – Ir. Talifuddin M.Si memaparkan tiga sektor unggulan yang menjadi program strategis pasangan tersebut saat berkampanye di Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Selasa (12/11/2024).
Disebutkan, tiga sektor ini akan mendukung Sumbawa menjadi daerah swasembada pangan. Yaitu pertanian, peternakan, dan perikanan.
Dikatakan Cawabup Ir. Talif, bahwa swasembada pangan atau kemandirian pangan merupakan kondisi suatu daerah agar mampu memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam kawasannya sendiri, yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, dan ekonomi.
Tentunya akan dibarengi dengan stabilitas harga komoditi terutama padi dan jagung petani. Kemudian menjamin ketersediaan pupuk petani, ketersediaan air, serta peningkatan infrsstruktur pertanian.
Terkait pengendalian harga, ungkap Talif, kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang timbul dari harga pasar, seperti inflasi. Pengendalian harga komoditas petani dilakukan melalui berbagai kebijakan, seperti harga dasar dan harga maksimum.
“Harga dasar melindungi petani dari jatuhnya harga gabah saat panen raya, sedangkan harga maksimum melindungi konsumen dari lonjakan harga saat musim paceklik,” terangnya.
Dalam mendukung peningkatan sektor-sektor unggulan tersebut, Talif mengatakan pembangunan daerah perlu diarahkan pada penyediaan infrastruktur yang memadai, seperti akses jalan ke daerah pertanian, irigasi yang efisien, dan sarana pasca panen. Selain itu, penyuluhan dan teknologi pertanian yang tepat guna juga menjadi komponen penting.
Terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sumbawa, juga ditopang oleh bantuan sejumlah sumur bor pertanian, mengingat kondisi wilayah di Sumbawa yang selalu kekurangan air setiap masuk musim kemarau.
“Kami sudah programkan pengadaan 1000 sumur bor secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan air irigasi lahan pertanian. Bantuan ini bertujuan untuk membantu petani dalam menyediakan air untuk pertanaman padi dan palawija, terutama saat memasuki musim kemarau agar petani dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya,” demikian Talif. (SR)






