SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 November 2024) – Kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg masih menjadi persoalan di tengah masyarakat. Selain sulit, harga gas melon tersebut melambung tinggi. Hal ini menjadi keluhan puluhan ibu rumah tangga (IRT) di Dusun Propok, Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, kepada Calon Wakil Bupati Sumbawa nomor urut 1, Ir. Talifuddin M.Si, belum lama ini.
Salah seorang IRT, Gusnianti saat bertemu Ir. Talif dalam kegiatan kampanyenya, menyampaikan keluhan soal gas elpiji. Menurutnya, gas LPG itu sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat terutama ibu rumah tangga. Tanpa gas tersebut, mereka tidak bisa menyajikan makanaan untuk keluarga. Dalam sehari diakuinya, satu rumah tangga membutuhkan 2 tabung gas.
“Kebutuhan gas elpiji ini kami rasakan sangat penting. Karena ini menyangkut hajat hidup dapur kami. Bagaimana kami bisa mengurangi stunting sementara kami tidak bisa memasak makanan karena tidak ada gas. Tolong bantu kami,” pintanya.
Menyikapi hal itu, Cawabup Ir. Talif mengatakan bahwa harapan ibu-ibu akan menjadikan catatan untuk diperjuangkan bersama Cabup Hj. Novi. Diakui Talif, persoalan gas elipiji ini kerap terjadi, dan harus bisa disudahi.
“Sebenarnya masalah gas elpiji sudah ditangani Ibu Hj Novi saat beliau jadi Wakil Bupati, dengan cara melakukan sidak dan mengusulkan penambahan kuota. Itu sudah dilakukan. Tapi kegiatan masyarakat yang semakin tinggi, terutama pelaku UMKM membuat kebutuhan gas elpiji menjadi atensi kami dan akan maksimalkan,” kata Talif.
Disebutkan Talif, ada dua hal yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan itu. Pertama, mengusulkan penambahan kuota. Kedua, memperketat pengawasan pendistribusian gas elpiji dengan membentuk satgas atau tim kabupaten.
“Gas elpiji 3Kg adalah gas bersubsidi untuk kalangan tidak mampu. Yang perlu dilakukan adalah penambahan kuota dan perketat pendistribusian agar gas ini tepat sasaran dan tidak jatuh ke tangan orang yang tidak berhak,” tandasnya, seraya meminta dukungan masyarakat untuk memenangkan Novi Talif sehingga permasalahan itu bisa diatasi. (SR)






