Yang Sebut Haji Mo Tak Punya Hasil Saat Jadi Bupati, Abi Mang: Buta Hati dan Buta Mata

oleh -575 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26 Oktober 2024) – Banyak anggapan dan isu yang menyebutkan kinerja Drs. H. Mahmud Abdullah saat menjadi Bupati Sumbawa tidak ada hasilnya.

Menurut Ketua Tim Pemenangan Mo BJS Kabupaten Sumbawa, Dr. Drs. Arachman Alamudy SH., M.Si saat mendampingi Calon Bupati yang disapa Haji Mo berkampanye di Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu, Jumat (25/10/2024), bahwa anggapan dan isu itu hoaks.

Ia menilai orang yang menyebarkan informasi yang tidak benar ini, buta mata dan buta hati melihat kebenaran dan kenyataan. Sebab banyak program pembangunan yang sudah berjalan. Program yang menjadi janji kampanye Haji Mo pada Pilkada Sumbawa 2020 lalu juga telah dilaksanakan meski belum sepenuhnya tuntas.

Belum tuntasnya janji politik bukan kesengajaan atau ketidakmampuan Haji Mo, melainkan adanya wabah Covid-19 dua tahun pada awal pemerintahannya. Banyak anggaran daerah yang di-realokasi dan anggaran pusat yang dipangkas.

Setelah covid dengan konsekwensi pemangkasan anggaran, kini muncul Pilkada serentak 2024. Dengan adanya suksesi ini, sebut Abi Mang—sapaan populernya, jabatan Haji Mo sebagai Bupati terpangkas dari seharusnya 5 tahun menjadi hanya 3,5 tahun.

Kendati dalam situasi yang rumit, banyak lompatan kemajuan yang berhasil dicapai. Di antaranya penurunan angka kemiskinan ekstrim sebesar 1,93 persen, lebih tinggi Propinsi NTB. Kemudian peningkatan IPM mencapai 71 persen, pembangunan infrastruktur senilai ratusan miliar mulai dari rekontruksi pemeliharaan jalan rutin mencapai puluhan kilometer, dan pemeliharaan jalan berkala. Dan banyak kesuksesan lainnya.

Bukti dari semua capaian ini, mendapat apresiasi pemerintah pusat yang diwujudkan dalam sejumlah penghargaan. Apa yang sudah dikerjakan dengan baik ini ungkap Abi Mang harus dilanjutkan dan ditingkatkan. Tidak ada jalan lain, kecuali memberikan kepercayaan kepada Haji Mo kembali memimpin Sumbawa pada periode kedua atas dukungan masyarakat khususnya Desa Leseng.

“Begitu banyak prestasi Haji Mo yang harus kita banggakan, beliau sudah bekerja keras dan meninggalkan rekam jejak yang baik. Tentunya ini tak boleh putus harus tetap berlanjut,” pungkas pencipta slogan “Sampai Laut Terbakar” ini. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *