Pembangunan Bendungan Kerekeh, Pemda Sumbawa Mulai Siapkan Dokumen Pendukung

oleh -940 Dilihat
Asisten Sekda Sumbawa Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Lalu Suharmaji Kertawijaya ST., MT

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Oktober 2024) – Ketika ada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang berapi-api berjanji untuk membangun Bendungan Kerekeh di hadapan warga Perung Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwis belum lama ini, justru Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa sudah melakukan proses persiapannya.

Berbagai tahapan sedang dilakukan mulai dari koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai BBWS NT 1, koordinasi dengan Direktur OP Kementerian PU, hingga sosialisasi dengan warga terdampak.

Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya kepada media ini mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, membutuhkan lahan sekitar 300,49 hektare untuk merealisasikan rencana pembangunan Bendungan Kerekeh.

Dari jumlah ini ada lahan masyarakat yang akan terdampak, seperti lahan pertanian dan tegalan, selebihnya kawasan hutan. Suharmaji merinci, untuk lahan pertanian total wilayah yang terdampak 74 hektare, tegalan 125 hektare dan kawasan hutan 141 hektare.

“Khusus untuk pembebasn lahan di kawasan saat ini prosesnya cukup berat dan butuh waktu yang cukup panjang,” ungkapnya.

Karena prosesnya cukup panjang untuk lahan di kawasan hutan, Ia berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara 1 bisa membantu terkait prosesnya.

Pemerintah pun lanjut Suharmaji sudah berkoordinasi dengan Direktur OP di Kementerian PU agar bendungan Kerekeh ini masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN). Jika bendungan ini masuk dalam PSN, maka akan ada kemudahan yang diberikan sehingga bisa terealisasi.

Selain proses tersebut, lanjut Suharmaji, pemerintah masih menunggu hasil review dari BBWS terkait Larap bendungan tersebut karena sudah berumur lebih dari 10 tahun. Pihaknya sangat berharap di tahun 2027 pembangunan bendungan sudah mulai dikerjakan.

“Saat ini kami sedang dalam proses pengurusan dokumen untuk dilengkapi supaya tidak menjadi kendala di kemudian hari. Seperti analisis dampak lingkungan. Kemudian menyiapkan jalan menuju lokasi dan kondisi lahan. Kami berupaya 2027 mendatang bendungan ini mulai dikerjakan,” ujarnya.

Jika bendungan ini terbangun lanjutnya, sekitar 4.500 hektare lahan pertanian yang akan merasakan manfaatnya. Selain itu akan menjadi pengendali banjir di Kota Sumbawa. Paling penting juga, bendungan ini menambah pasokan air PDAM sampai dengan kurun waktu 2050. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *