SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 Oktober 2024) – Calon Bupati nomor urut 1, Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd memaparkan sejumlah program yang akan direalisasikan jika nanti terpilih menjadi Bupati Sumbawa periode 2024-2029.
Di antara program yang disampaikan saat melakukan kampanye dialogis di Dusun Genang Genis, Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes, Minggu (27/10/2024) sore, adalah menambah insentif kader posyandu, guru PAUD, TK, SD, dan SMP, serta perhatian terhadap guru honor. Selain itu, program bantuan modal usaha, dan pelatihan kewirausahaan.
Dikatakan Hj. Novi—sapaan Cabup yang berpasangan dengan Ir Talifuddin M.Si ini, keberadaan Kader Posyandu perlu mendapat perhatian, selain penambahan insentif, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada kader posyandu yang aktif dan mencapai target tertentu.
“Penghargaan itu dapat berupa program insentif misalnya dalam upaya turut menurunkan angka stunting,” ucap Hj Novi yang juga Ketua Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumbawa ini.
Menurutnya, kader posyandu adalah relawan masyarakat yang berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan anak-anak dan ibu hamil yang memiliki tugas berkoordinasi dengan tenaga kesehatan puskesmas, membagi tugas antar kader, mengajak masyarakat datang ke Posyandu sekaligus mempersiapkan tempat pelaksanaan Posyandu.
Demikian dengan Guru PAUD dan TK, pemerintah daerah wajib memberikan perhatian terhadap kesejahteraannya. PAUD dan TK merupakan pendidikan dasar bagi anak-anak awal dalam mengenal belajar. Dalam mendidik anak usia dini dibutuhkan kesabaran dan kemampuan khusus.
“Sudah sewajarnya pemerintah daerah menghargai perjuangan mereka dengan memberikan penghasilan tambahan, dan saya yakin pemerintah daerah mampu melakukannya,” ungkap Hj. Novi.
Hal yang sama juga akan diberikan oleh pemerintah daerah kepada guru SD dan SMP, di antaranya, tunjangan profesi baik yang berstatus PNS maupun non PNS. Memberikan insentif kepada guru sebagai tambahan kesejahteraannya.
“Pemerintah daerah akan mengalokasikan tambahan anggaran untuk pendidikan. Sebab kesejahteraan guru yang memadai dapat meningkatkan mutu proses belajar mengajar dan kemampuan profesional guru,” tukasnya.
Pemerintah harus memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan guru, termasuk meningkatkan status guru honor. “Mestinya guru jangan dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Justru guru adalah pahlawan yang harus mendapatkan kesejahteraan sesuai jasa-jasanya,” tegas Cabup.
Hj. Novi juga menyinggung para pelaku UMKM akan dibantu dengan pemberian modal usaha. Namun yang paling penting adalah pelatihan kewirausahaan untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental wirausaha.
“Program ini dapat memberikan manfaat, yakni meningkatkan motivasi dan jiwa kewirausahaan, mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam tata kelola usaha, produksi, pemasaran, dan jaringan mitra bisnisnya,” tandasnya. (SR)






