MO-BJS Berpasangan Setelah Sholat Istikharah  

oleh -441 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Oktober 2024) – Calon Wakil Bupati Sumbawa nomor urut 4, H. Burhanuddin Jafar Salam SH MH mengungkap proses berpasangannya dengan Drs. H. Mahmud Abdullah dalam mengikuti suksesi Pilkada Sumbawa 2024.

Menurut Haji BJS—sapaan akrabnya, terbentuknya pasangan yang disingkat Mo-BJS ini melalui sholat istikharah. Ini diperkuat juga dengan pendapat berbagai tokoh.

“Prosesnya cukup panjang. Dari dinamika di internal partai, meminta pendapat para tokoh, hingga sholat istikharah,” kata Haji BJS di hadapan ratusan warga saat kampanye dialogis di Lape Atas, Desa Lape, Kecamatan Lape, Kamis (17/10/24).

Pertimbangan lainnya sambung Haji BJS, adalah rekam jejak Haji Mo. Selama 46 tahun berkarir di birokrasi dari staf biasa, camat, kepala dinas hingga jabatan Sekda. Haji Mo juga sukses di karir politiknya, dari jabatan Wakil Bupati hingga menjadi Bupati Sumbawa.

Selama menjabat, Haji Mo memiliki track record yang baik. Dikenal sebagai pemimpin yang jujur, bersih dari cacat moral dan hukum. Dikatakan H. BJS, Haji Mo kembali mencalonkan diri karena banyak program pembangun yang belum sempat dituntaskan.

Jabatan Bupati yang disandang Haji Mo hanya berlangsung selama 3,5 tahun, dari seharusnya 5 tahun. Jabatan ini teramputasi adanya Pilkada serentak. Karenanya jika kembali terpilih, pembangunan akan berlanjut dan semua program akan diselesaikan.

Untuk diketahui pada Pilkada 2024 ini, Mo-BJS membawa visi “Maju Berkeadaban dan Berkelanjutan dengan tagline “Barema Mo Jatu Samawa”. Tagline itu merupakan ajakan untuk bersama-sama membangun Sumbawa. “Kita ingin kembalikan marwah gotong royong masyarakat Sumbawa,” imbuhnya.

Disebutkan, ada 11 program unggulan Mo-BJS yang merupakan rangkuman program kerja lanjutan dari periode sebelumnya. Seperti jaminan keselamatan kerja, menaikkan insentif guru ngaji dan hukum masjid.

Ada juga program baru yaitu umroh gratis bagi guru ngaji, hukum masjid dan marbot. Program ini sebenarnya sudah berjalan sejak BJS menjabat sebagai anggota DPRD Sumbawa dan DPRD Provinsi. Bahkan ketika menjadi calon pun, Mo-BJS memberangkatkan umroh 6 orang termasuk guru ngaji pada 21 Oktober nanti.

Di akhir kampanye, Haji BJS mengingatkan masyarakat tidak terjebak dalam money politic. Praktek ini merusak demokrasi, dan pemimpin hasil money politic diyakini tidak akan bisa memimpin dengan baik. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *