SUMBAWA BARAT, samawarea.com (6 Oktober 2024) – Pjs Bupati Sumbawa Barat Julmansyah, S.Hut,M.A.P berkesempatan hadir dalam kegiatan Kampanye Stop Stunting dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke – 60 dan Hari Lahir Kabupaten Sumbawa Barat ke – 21 Tahun 2024, yang bertempat di Hanipati Resto, Rabu (6/10/2024).
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Hj Erna Idawati, SE, KCD Dikbud Propinsi NTB Kabupaten Sumbawa Barat, Suprianto, S.Pd, Chief Executive Officer Yayasan Care Peduli DR. Abdul Wahib Situmorang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Hj. Etna irawati, SE melaporkan bahwa saat ini tingginya anemia di Kabupaten Sumbawa Barat adalah penyebab terjadinya stunting. Karenanya, kampanye stop stunting dan lomba balita sehat menjadi penting untuk dilaksanakan.
Dirinya menambahkan, dari hasil Survey Kesehatan Indonesia tahun 2023, stunting Sumbawa Barat berada pada angka 10,5 %, sementara dari hasil Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM) tahun 2024 stunting kita berada di angka 7,37 % atau sebanyak 808 balita yang ada di KSB mengalami Stunting.
Hingga saat ini stunting di KSB paling rendah di Propinsi NTB, dimana stunting yang disebabkan Anemia sebanyak 54,64 %. “Kita menghimbau ada program 4 aksi bergizi sekolah, yang di dalamnya terdapat aktifitas fisik, sarapan pagi, minum pil tambah darah, dan literasi kesehatan. Ini dilakukan sabagai media pembelajaran bagi anak–anak usia sekolah,” ungkap Hj Erna.
Sementara itu, Pjs Bupati Sumbawa Barat Julmansyah, S.Hut,M.A.P memberikan apresiasi terhadap kinerja penurunan stunting yang selama ini dilaksanakan KSB menunjukkan kemampuan yang cukup progresif.
”Di usianya yang ke 21 tahun sudah banyak prestasi yang didapat. Misalnya tuntas STBM hingga mendapatkan rekor MURI, penurunan angka stunting yang cukup Progresive. Prestasi ini harus kita jaga, terutama tumbuh kembang anak anak kita yang akan menyambut generasi emas 2045. Jangan sampai ada generasi kecemasaan nantinya akibat kita tidak mengurus stunting,” ungkap Julmansyah.
Ia juga menambahkan bahwa tahun 2030 nantinya akan terjadi penutupan tambang. Ini harus dijadikan anugerah tambang ini menjadi kecerdasan bagi generasi nantinya. “Kita harus bersinergi, karena penyebab stunting ini tidak disebabkan oleh satu masalah dan tidak satu dua sektor saja, tetapi harus ada konfergensi antar berbagai sektor,” katanya,
Ia menyampaikan terimakasih kepada PT. AMNT, dan Care Peduli atas progres penurunan stunting di KSB. “Kita perlu menyasar para remaja, karena mereka akan menjadi calon ibu bapak 5 sampai 10 tahun yang akan datang,” ungkap Julmasnyah.
Sementara Dr. Abdul Wahib Situmorang sebagai Chief Executive Officer Yayasan Care Peduli mengucapkan selamat Hari Kesehatan Nasional tahun 2024 dan Hari ulang Tahun Kabupaten Sumbawa Barat.
Dirinya juga menyampaikan selamat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (Pemda KSB) atas keberhasilannya menurunkan angka prevalensi hingga jauh di bawah target nasional menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, yaitu 10,3%.
Yayasan CARE Peduli (YCP) dan Care di Indonesia dengan dukungan dana dari Amman Mineral sangat bangga menjadi bagian dari pencapaian ini. Ia berharap dapat terus mendukung Pemerintah KSB dalam upaya menurunkan angka stunting hingga mencapai Nol.
“Peluang untuk mengadopsi program-program penurunan stunting yang menyasar perubahan di tingkat komunitas yang telah teruji sangat memungkinkan. Salah satunya adalah adopsi program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), yang dipelopori oleh perempuan tangguh dan terintegrasi dengan ekonomi sirkular, ketahanan pangan dan usaha mandiri perempuan serta membantu program pemerintah melindungi perempuan dan anak,” pungkasnya. (SR)






