Sumbawa Barat, Samawarea.com ( 10/10/2024)– menjadi hari bersejarah bagi para pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) di Kabupaten Sumbawa Barat. Di bawah inisiatif PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pengembangan UMKM yang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kegiatan akan dimulai pada pukul 11.00 WITA, dengan titik kumpul di kantor PWI Taliwang atau Lapangan Sermong Taliwang.
AMMAN, yang dikenal sebagai salah satu perusahaan tembaga dan emas terbesar di Indonesia memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan masyarakat, menjalankan program ini sebagai bagian dari visi untuk menciptakan warisan terbaik. Melalui pendekatan berkelanjutan, AMMAN berusaha meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat memaksimalkan kesejahteraan dan potensi sumber daya yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Visi PPM AMMAN adalah membangun komunitas yang memiliki ekosistem sosial budaya yang dinamis, menciptakan peluang bagi semua anggota masyarakat untuk tumbuh dan berkembang,” jelas Aji Suryanto, Sr. Manager Social Impact AMMAN
Salah satu pilar utama dari PPM AMMAN adalah Economic Empowerment (Pengembangan Ekonomi), yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Dengan tujuan agar pengusaha muda di KSB memiliki kemampuan berbisnis yang memadai dan kesadaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, program ini mengarah pada diversifikasi produk dan pengembangan sektor usaha. Melalui dukungan AMMAN, diharapkan UMKM di KSB dapat bertransformasi menjadi penopang ekonomi lokal yang juga mendukung sektor pariwisata. AMMAN berupaya menciptakan produk unggulan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional,” ungkapnya.
Meskipun memiliki banyak potensi, UMKM di KSB menghadapi sejumlah tantangan, termasuk produk yang tidak tahan lama, kemasan yang kurang menarik, dan kurangnya akses pasar. Program “Branding dan Marketing” yang telah berjalan sejak tahun 2021 berfokus pada intervensi yang mendukung UMKM agar mampu mengatasi masalah ini. Program ini tidak hanya mendampingi pelaku UMKM, tetapi juga melibatkan pemuda dalam pelatihan desain grafis untuk meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
Kunjungan media ini diharapkan dapat mengungkap dampak positif dari program yang telah diimplementasikan, termasuk keberlanjutan usaha dan kemandirian pelaku usaha yang telah mendapatkan pendampingan. Melalui dua objektif utama, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM dan penjualannya.
Sejak peluncuran program, berbagai hasil positif telah dicapai, antara lain, pelaku UMKM mendapat pelatihan Desain Visual dan Branding: UMKM kini memiliki logo dan kemasan baru yang aman dan menarik, memungkinkan mereka untuk membangun narasi yang kuat mengenai produk mereka, Strategi Pemasaran yang Lebih Baik: UMKM telah meningkatkan strategi pemasaran dan kini beroperasi di berbagai marketplace, meningkatkan visibilitas produk mereka, Peningkatan Penjualan: Terjadi peningkatan omzet penjualan antara 30% hingga 50%, serta peningkatan traffic di platform digital.
Jejaring dan Kolaborasi: UMKM kini terhubung dengan berbagai toko dan reseller, memperluas jaringan distribusi mereka, Kemandirian dan Kreativitas: Pelaku UMKM semakin mandiri dan berani bereksperimen dengan produk kreatif baru.
Salah satunya adalah Mbak Zakiah, pemilik usaha Bakso Emak Seteluk, yang beroperasi sejak 2017. Awalnya, usaha ini dimulai dari rumah dengan modal sederhana. Dengan bantuan AMMAN dalam hal branding dan marketing, omzet harian yang semula hanya 500 ribu rupiah, kini melonjak drastis.
Mbak Zakiah menggunakan kuah rempah khas dari Sumbawa Barat yang menjadi daya tarik tersendiri. Saat ini, dia mampu menjual hingga 30 kilogram bakso per hari, dengan rata-rata pendapatan mencapai 5 juta rupiah setiap harinya. Dengan hitungan, omzet bulanan Bakso Emak Seteluk bisa mencapai 100 juta rupiah, dan total omzet tahunan sekitar 1,2 milyar rupiah. Menariknya, produk bakso yang dihasilkan tidak mengandung pengawet dan sudah mendapatkan label halal, menjadikannya pilihan yang menarik bagi konsumen.
Selain itu, ada juga Peti Puspita Sari, sebuah UMKM yang memproduksi permen susu. Berdiri sejak 2018, usaha ini awalnya memiliki omset hanya 3 juta rupiah per bulan. Namun, setelah mengikuti program pendampingan dari PT. AMAN, omsetnya meningkat signifikan menjadi 35 juta rupiah per bulan. Dengan kemasan yang lebih menarik, produk permen susu ini kini dapat ditemukan hingga ke bandara yang ada di NTB.
Ibu Vio, pemilik usaha Jamu Nyaman Ate, juga tidak kalah menarik. Usahanya saat ini telah meraih omset sebesar 12 juta rupiah per bulan, berkat inovasi produk dan strategi pemasaran yang tepat.
Sementara itu, Ibu Ning, yang memproduksi stik dan dodol rumput laut, melaporkan peningkatan penghasilan sampai 60 juta rupiah per bulan. Kualitas produknya yang tinggi dan pemanfaatan bahan baku lokal menjadikannya pilihan utama di pasaran.
Terakhir, ada Ibu Ermayanti yang memproduksi roti gabin durian. Dengan penghasilan bersih 30 juta rupiah per bulan, ia berhasil menciptakan produk yang diminati oleh banyak orang.
Kisah-kisah sukses ini tidak hanya memberikan inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya, tetapi juga menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh usaha kecil di NTB. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk program pendampingan dari AMMAN, terbukti efektif dalam meningkatkan omzet dan mengembangkan bisnis. Dengan usaha dan strategi yang tepat, mimpi untuk mencapai kesuksesan bukanlah hal yang mustahil.
Dengan segala pencapaian ini, diharapkan kolaborasi antara AMMAN dan mitra UMKM di Sumbawa Barat akan semakin kuat, serta mempromosikan potensi yang dimiliki oleh daerah ini. AMMAN berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui program-program yang inovatif dan berkelanjutan.






