Diduga Putus Cinta, Seorang Pemuda Gantung Diri di Pohon Mangga

oleh -1472 Dilihat
Kapolsek Lape IPTU Sumarlin SH saat melakukan olah TKP kasus Gantung Diri di Desa Hijrah Kecamatan LApe

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (28 September 2024) – AM alias Gendon (31) nekat mengakhiri hidupnya. Petani yang tinggal di Desa Hijrah Kecamatan Lape ini memilih gantung diri di pohon manga. Pemuda tersebut ditemukan tak bernyawa dengan tali rapiah terjerat di leher di lokasi Persawahan Batu Kelit, Dusun Hijrah I, Kamis (26/9/24) pukul 12.45 Wita.

Mendapat laporan, Kapolsek Lape beserta anggota langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Bersama tim medis dari Puskesmas Lape, korban diperiksa dan dievakuasi.

Kapolres Sumbawa, AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi SH, S.IK, M.AP yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Lape IPTU Sumarlin SH menuturkan, sebelumnya atau sekitar pukul 10.00 Wita, saksi Gagas (24) bersama korban panen kacang hijau di sekitar TKP.

Saksi meminta korban untuk beristirahat karena terlihat seperti orang sakit. Namun korban menolak. Saksi pun meminta korban mengambil kayu sebagai alat untuk panen. Tanpa pikir panjang, korban beranjak.

Karena korban belum kembali, saksi menyusul dan melihat korban berada di atas pohon mangga sambil memegang seutas tali rapiah. Saksi meminta korban segera turun dan membawa gala. Korban pun turun dan meminta saksi untuk kembali terlebih dahulu.

Mendengar jawaban korban, saksi kembali ke tempat panen. Rupanya korban belum juga balik. Saksi Gagas kembali diminta untuk menyusul korban sekitar 30 meter dari lokasi panen. Betapa terkejutnya saksi melihat korban dalam keadaan tergantung di pohon mangga dengan tali terjerat di leher.

Bersama temannya, saksi turun ke perkampungan melaporkan peristiwa tersebut kepada Kades yang kemudian diteruskan ke Polsek. Hasil pemeriksaan medis, korban dipastikan meninggal dunia karena gantung diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Menurut keterangan warga, dalam beberapa hari belakangan ini, korban sering terlihat dan didengar sering berbicara sendiri dan mengeluarkan kata-kata ngelantur. Dan gantung diri ini diduga disebabkan karena korban putus cinta. Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *