LOMBOK TENGAH, samawarea.com (26 Agustus 2024) – Munisah berteriak histeris. Betapa tidak, ibu rumah tangga yang tinggal di Kecamatan Pujut Lombok Tengah ini menyaksikan putrinya, JL (15) meninggal dunia dalam posisi tergantung dengan tali terjerat di leher, Minggu (25/8/24).
Diduga korban yang masih duduk di bangku kelas 12 salah satu Madrasah Aliyah (MA) ini, gantung diri. Belum diketahui motif dari aksi nekat korban.
Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK melalui Kasi Humas IPTU L. Brata Kusnadi yang dikonfirmasi, Minggu (25/8) membenarkan peristiwa tersebut. Ini diketahui ketika ibu korban pulang dari pasar pukul 10.00 Wita dan langsung memasak tanpa memperhatikan anaknya di dalam kamar. Ibu korban mengira korban sudaj pergi sekolah.
Usai memasak, ibu korban curiga setelah melihat sepatu anaknya berada di dekat kamarnya dan mengecek ke dalam. Saat pintu kamar dibuka, ibu korban berteriak melihat anaknya tewas tergantung. Dan tali nylon warna biru terjerat di leher. “Ibu korban langsung berteriak dan meminta tolong kepada tetangganya,” ujarnya.
Anggota Polsek Pujut yang menerima laporan menuju TKP bersama Unit Inafis Polres Lombok Tengah. Dari hasil olah TKP tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan baik sajam maupun bekas benda tumpul pada tubuh korban,” jelasnya.
Keluarga korban menolak dilakukan outopsi karena peristiwa tersebut adalah murni bunuh diri.
“Ini murni musibah dan pihak korban menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak untuk di outopsi supaya korban bisa segera dimakamkan,” tutupnya. (SR)






