SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17 Juli 2024) – Situasi mencekam terjadi di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa, Selasa (16 Juli 2024). Sejumlah pasukan dari berbagai institusi bersenjata lengkap dikerahkan. Bahkan tim dari Satdamkar dan Basarnas juga ikut terjun ke lokasi.
Keberadaan pasukan tersebut untuk melakukan upaya menyelamatan penumpang pesawat yang disandera teroris. Gerak cepat pasukan keamanan berhasil melumpuhkan dua pelaku terorisme dan penumpang berhasil diselamatkan.
Pemandangan yang terjadi di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa ini ternyata bukan sungguhan melainkan Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Keamanan dan Keselamatan Penerbangan. Simulasi ini diikuti Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres dan Brimob Sumbawa, serta OPD terkait.
Kepala Bandara, Tri Pono Wijayanto, menyampaikan melalui simulasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan memberikan pemahaman lebih baik lagi terkait SOP ketika terjadi ancaman-ancaman guna menghindari korban yang lebih banyak.
Latihan ini dinilai penting karena untuk membuat semua personel bandar udara memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika terjadi ancaman-ancaman tersebut. Simulasi ini, terdiri dari 2 latihan gabungan antara keamanan dan keselamatan dengan 2 latihan yang dilaksanakan, yakni pelatihan penanggulangan aksi terorisme dan pembebasan sandera di Bandara, serta pelatihan penanggulangan kebakaran akibat ledakan bom. Simulasi PKD ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Sumbawa. (SR)






