Masyarakat Desa Sebotok Pulau Moyo Kini Nikmati Listrik 24 Jam

oleh -1389 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8 Mei 2024) – Masyarakat Desa Sebotok Kecamatan Badas, kini bersuka cita. Harapan mereka untuk menikmati listrik sepanjang waktu akhirnya terwujud. Hal ini setelah Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah meresmikan penyalaan listrik 24 jam Desa Sebotok, Rabu (8/5/2024).

Dalam kesempatan ini, Bupati bersyukur dengan launching ini karena sejak jaman Indonesia merdeka, listrik di tempat itu belum beroperasi maksimal. Karena itu Ia berharap dengan beroperasinya listrik 24 jam di Sebotok, selain bisa memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, juga dapat menambah pendapatan.

Hadir dalam acara ini antara lain Eksekutif Vice President Operasi Distribusi PLN Wilayah Sulmapana, General Manager PLN UIW NTB, Senior Manager Transmisi Distribusi PLN, Senior Manager Pembangkitan PLN, Kepala Desa Sebotok, dan tokoh masyarakat.

Selain listrik, Bupati juga sudah meminta kepada Kadis Kominfotik agar mampu menyediakan akses internet bagi masyarakat Sebotok, terutama bagi sekolah-sekolah. Untuk ke depannya, akses transportasi darat antar desa juga akan diupayakan agar memudahkan mobilisasi warga dalam Pulau Moyo.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB H. Syahdan mengaku merasa lega, karena Desa Sebotok merupakan desa terakhir yang operasional listriknya yang sebelumnya 12 jam sekarang menjadi 24 jam. “Jadi untuk seluruh NTB saat ini sudah tidak ada desa yang listriknya masih beroperasi 12 jam. Ini janji Saya ke Bapak Bupati tentang listrik 24 jam di seluruh desa terpenuhi sudah,” ujarnya.

Sementara itu General Manager PLN UIW NTB Sujarwo berharap dengan pelayanan ini bisa memberikan kenyamanan lebih dan kesejahteraan kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya listrik 24 jam dapat memudahkan pekerjaan seluruh masyarakat di Sebotok sehingga bisa menambah penghasilan.

Senada dengan GM PLN UIW NTB, Eksekutif Vice President Operasi Distribusi PLN Wilayah Sulmapana Rudi Purnomo Loka meminta agar listrik ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Masyarakat juga diminta secara sukarela menebang ranting yang menjalar di antara kabel-kabel listrik, sehingga tidak ada pemadaman karena gangguan tersebut. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *