MOFIQ Terbentuk dari Suasana Bathin dan Siap Memimpin dengan Hati

oleh -1094 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Maret 2024) – Drs. H. Mahmud Abdullah dan Abdul Rafiq SH menceritakan bagaimana Paket MOFIQ ini bisa terbentuk.

Saat buka puasa bersama jajaran Golkar dan PDIP di Hotel Sernu, Minggu (24/3) malam, Haji Mo-sapaannya, menuturkan terbentuknya paket ini sebenarnya tanpa disengaja dan berproses begitu saja. Ia mengakui sering bertemu dengan Rafiq secara formal maupun informal, namun tidak pernah menyinggung apalagi berpikir untuk berpasangan.

Suatu waktu pertemuan keduanya yang tidak direncanakan terjadi di Mataram. Keduanya iseng berbicara Pilkada. Akhirnya muncul wacana untuk berpasangan yang kemudian terus bergulir dan menjadi semarak. “Kita tidak berencana tapi ini semua rencana Allah,” ucapnya

Karena itu untuk mematenkan pasangan MOFIQ ini, pihaknya menginisiasi mempertemukan kader PDIP dan Golkar yang dikemas dalam buka puasa bersama ini.

Baca Juga  Gakumdu 'Patahkan' Tudingan KLS4

“Kita ingin pertemuan pertama untuk pasangan ini menjadi titik awal untuk menguatkan komunikasi dan konsolidasi. Sebab kita ingin menang pada Pilkada nanti,” kata Haji Mo yang juga Bupati Sumbawa ini.

Sementara Abdul Rafiq mengatakan pasangan MOFIQ terbentuk karena suasana kebatinan. Menjadi pemimpin di Kabupaten Sumbawa akan terasa sangat sulit jika Bupati dan Wakil Bupati tidak memiliki suasana kebathinan yang sama. Karena suasana kebathinan inilah yang mendasarinya bersedia menjadi wakil dari Haji Mo.

Rafiq mengakui banyak yang bertanya kenapa memilih pada posisi kedua bukan sebagai calon Bupati. Rafiq pun menjawab bahwa saat ini Ia sebagai ketua DPRD yang merupakan orang ketiga di daerah.

“Kalau sekarang orang ketiga harus melangkah menjadi orang kedua setelah itu baru menjadi orang pertama. Jangan orang ketiga langsung loncat menjadi orang pertama,” ujarnya.

Baca Juga  Komitmen Relokasi RSUD Ditagih

Haji Mo adalah orang tua dan guru baginya sehingga sangat pantas untuk tempatnya belajar menjadi seorang pemimpin.

“Jika takdir Allah memudahkan proses ini dan mayoritas rakyat memilih kami, insya Allah saya akan menjadi wakil yang baik, yang menghargai bupati, dan paham terhadap posisi. Insya Allah kita akan memimpin dengan hati,” tandasnya.

Untuk itu Ia meminta kepada para kader dan simpatisan PDIP dan Golkar mulai bekerja hari ini dan seterusnya untuk mensosialisasikan pasangan ini sembari menunggu SK DPP.

“Kita harus bergerak dari sekarang, meskipun belum ada SK DPP. Kita saat ini diburu waktu dan tidak punya kesempatan lagi. Ini waktunya untuk bekerja,” pungkasnya. (SR)

 

pilkada mahkota rokok NU
Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *