SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 Januari 2024) – Tercatat 325 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumbawa pada Tahun 2023 lalu. Tingginya kasus demam berdarah tahun lalu, diharapkan dapat diminimalisir pada tahun 2024 ini.
Karena itu warga dihimbau untuk mewaspadai DBD pada awal tahun ini, pasalnya penyakit tersebut biasanya melonjak pada pergantian musim kemarau ke musim hujan.
Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, belum lama ini mengatakan, saat ini sedang peralihan musim, yang rentan terjadinya lonjakan kasus DBD.
Menurutnya, DBD adalah penyakit berbasis lingkungan. Ketika hujan sehari kemudian tidak hujan sampai seminggu, maka berpotensi berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti (nyamuk penyebab DBD). Berbeda, jika setiap hari hujan maka tidak ada tempat penampungan air karena mengalir, sehingga nyamuk tidak bisa hidup dan berkembang.
Diakuinya, rata-rata korban terjangkit DBD didominasi usia anak. Kasus tertinggi berada di Kecamatan Sumbawa, selanjutnya Kecamatan Labuhan Badas dan Unter Iwes. Salah satu faktornya karena pemukiman padat penduduk dan perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
Untuk mengantisipasi DBD, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tetap waspada dengan menerapkan langkah antisipasi seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengingat iklim yang ekstrem mempengaruhi pola kembang biak nyamuk yang lebih cepat. Selain itu, penguatan layanan promosi kesehatan melalui Puskesmas Keliling dimasifkan untuk edukasi pemberantasan sarang nyamuk. (SR)






