Festival Ereng 2024, Wakil Bupati Main “Tung Kalutuk dan Ramete Baso”

oleh -494 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 Januari 2024) – Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd berbaur dengan anak-anak untuk bermain permainan tradisional yang banyak dilupakan. Sebab saat ini anak-anak lebih cenderung bermain gadget dan sejenisnya.

Untuk melestarikan sekaligus mengenang masa lalu, Karang Taruna Jorang Beru menginisiasi digelarnya Festival Ereng 2024, Sabtu (27/1/2024). Permainan tradisional yang dipusatkan di Desa Jotang Beru, Kecamatan Empang ini, dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Sumbawa ke-65.

Permaian tradisional ini adalah Kebo Kamit, Main Palentong, Main Helikopter, Main Siso, Main Temak Karet, Main Telu Kayu, Main Papan Caka, Main Tolo, Main Taba’, Ramete Baso Pang Ukuk, Main Tung Kalutuk, dan Main Jaran Palepa Punti.

Hadir dalam kegiatan itu di antaranya Kadis Dikbud Sumbawa, Camat Empang, Forkopinca, Kades Jotang Beru, para kepala sekolah SD-SMP se-Kecamatan Empang dan Tarano, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Karang Taruna.

Dalam sambutannya, Wabup menilai  Festival Ereng sangat bermakna karena tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun Kabupaten Sumbawa, namun juga simbol kebersamaan dan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang telah mengakar dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Sumbawa.

Baca Juga  Kini Gili Terawangan Dikelola Masyarakat

Festival Ereng tahun ini ungkap Wabup, memiliki nilai tambah yang luar biasa, yakni melibatkan generasi muda dan anak-anak Sumbawa dalam permainan tradisional “kebo kamit”. Kebo kamit bukan sekadar permainan, namun sebuah warisan budaya yang harus dilestarikan.

“Melalui festival ini, kita berupaya untuk meneruskan tradisi dan mengenalkan kebudayaan lokal kepada generasi penerus kita,” imbuhnya.

Dari permainan tradisional “kebo kamit” ini, lanjutnya, tidak hanya menyaksikan keceriaan dan kegemberiaan anak-anak Sumbawa, tetapi menyadari pentingnya pendidikan karakter di tengah tantangan zaman ini. Keikutsertaan siswa SD/SMP se-Kecamatan Empang dan Tarano menjadi bukti bahwa kegiatan luar ruang seperti ini dapat menjadi alternatif positif untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget.

Dalam festival permainan rakyat anak Sumbawa ini, Wabup mengaku bangga melihat partisipasi aktif siswa SD/SMP. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat diwariskan kepada generasi muda. Ini juga sejalan dengan tekad Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang sangat concern terhadap pendidikan karakter anak-anak.

Baca Juga  Mahasiswa UTS Dilirik Kedutaan Amerika di Jakarta

“Pendidikan karakter merupakan pondasi utama dalam membentuk pribadi yang berkualitas. Karena itu, saya ingin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah melaksanakan langkah-langkah konkret untuk mendukung pendidikan karakter, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 33 tahun 2021 tentang Pendidikan Karakter. “Dengan ini, kita berkomitmen untuk terus mendorong pembentukan karakter yang tangguh, mandiri, dan berakhlak mulia pada generasi penerus kita,” tandasnya.

Sementara Camat Empang, melaporkan bahwa Festival Ereng yang dirangkaikan dengan permainan tradisional merupakan bagian dari pendidikan karakter anak mengenal mainan tradisional adat di Tana Samawa khususnya Jotang Beru Kecamatan Empang.

Festival ini berlangsung selama dua hari, 27—28 Januari. Ke depan Ia berharap festival tersebut ditetapkan sebagai agenda khusus melalui Dikbud Kabupaten Sumbawa guna mendapat legitimasi dan selanjutnya permainan ini dapat dikembangkan dengna baik. (SR)

mahkota rokok NU
Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *