LOMBOK TENGAH, samawarea.com (20 Desember 2023) – Magang atau praktik kerja adalah bentuk pembelajaran yang memberikan wawasan dan pengalaman praktis mengenai kegiatan real di dunia industry, dunia usaha, dan dunia kerja terutama bagi mahasiswa Teknik Elektro Universitas Teknologi Sumbawa.
Karena itu para mahasiswa UTS ini terlibat dalam kegiatan magang di PT Infrastruktur Terbarukan Adhiguna Pringgabaya 7MWp Solar PV (Vena Energy). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam mencari solusi berkelanjutan di tengah pemanasan global dan dampak terhadap lingkungan.
Salah satu solusi dalam upaya mengurangi emisi karbon ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sekarang menjadi salah satu energy yang terbarukan. Pembangkit listrik tenaga surya ini sama sekali tidak menghasilkan emisi karbon yang dapat merusak lapisan ozon sehingga PLTS ini disebut pembangkit yang ramah lingkungan.
Pada kegiatan daily check equipment ini, mahasiswa magang terlibat dalam pemeliharaan seluruh bagian pada table atau PV modul. “Saya terlibat sebagai pengamat di lapangan yang bertugas apabila terjadi overheat pada kabel yang menghubungkan PV modul dengan bantuan alat bernama thermal,” kata Faisal yang telah mengikuti kegiatan magang selama kurang tiga bulan ini.
Menurutnya, setiap bagian table ini terdiri dari 80 PV yang disusun secara seri dan pararel. Pada setiap PV modul ini terdapat komponen berupa kabel yang menghungkan antar PV modul yang bernama MC4, MC4 ini memiliki dua tipe yaitu MC4-female dan MC4-male yang berfungsi untuk menghubungkan satu PV modul ke PV modul lainnya.
Setelah kegiatan pengecekan pada kabel, lanjut pada bagian bawah table yang terdapat grounding. Grounding ini sering putus akibat karatan atau termakan usia. Fungsi dari grounding ini sebagai penghantar arus listrik ke tanah saat terjadi kebocoran listrik sehingga tidak sampai menimbulkan bahaya seperti kesetrum, korsleting bahkan kebakaran.
Pada kegiatan monitoring skada, para mahasiswa melakukan monitor terhadap peralatan atau komponen-komponen listrik pada PLTS. Mahasiswa terlibat sebagai pengawas pada sistem ruangan skada. Apabila ada gangguan pada komponen listrik seperti inverter, kabel string ataupun penurunan tegangan secara drastis yang biasanya disebut dengan half power maka sistem skada akan mendeteksi gangguan-gangguan tersebut.
Pada sistem skada ini juga dapat diketahui berapa penghasilan daya output yang dihasilkan setiap harinya. “Kita dapat melihat penghasilan daya output dari masing-masing array box maupun daya output yang dihasilkan pertabelnya. Di dalam masing-masing array box itu terdapat alat yang namanya Trans Klinik. Trans Klinik ini berfungsi sebagai alat pengirim sinyal dari array box ke system skada.
“Selama mengikuti kegiatan magang, saya dan rekan mendapatkan pengalaman serta gambaran seperti apa dunia kerja yang sesungguhnya,” ujar Faisal yang menjadi salah satu mahasiswa peserta magang di Vena Energy.
Program magang ini terlaksana dengan dukungan pembiayaan dari Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka Prodi Teknik Elektro tahun pertama. (*)






