Sumbawa Barat Samawarea.com 25/10/2023
Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin., MM, menjadi pemateri dalam Rapat Kerja BEM Seluruh Indonesia di Taman Budaya Mataram. Bupati memaparkan konsep peremajaan gerakan mahasiswa yang inklusif dan adaptif untuk mengawal pembangunan. Dalam pandangannya, pergerakan mahasiswa harus memiliki literasi, partisipasi, inklusi, kreasi, dan inovasi. Bupati menyoroti pentingnya Gerakan Sosial Intelektual (GSI) sebagai solusi untuk memperbaharui gerakan mahasiswa.
GSI adalah gerakan independen mahasiswa yang berfokus pada perubahan sosial berdasarkan nilai-nilai keadilan, partisipatif, kolaboratif, inklusif, dan adaptif. Bupati menekankan pentingnya membangun komitmen bersama, menguatkan organisasi mahasiswa, dan memanfaatkan setiap peluang perubahan. Dalam upaya menciptakan gerakan inklusif, adaptif, dan solutif, mahasiswa diajak untuk membuka jalan pikiran baru.
Bupati juga mengingatkan tentang perlunya mahasiswa turun langsung ke lapangan, memahami situasi riil masyarakat, dan memperkuat partisipasi serta kolaborasi. Penguatan platform dan arah gerakan juga dijelaskan sebagai langkah krusial. Mahasiswa diajak untuk mengembangkan kreasi, literasi, dan inovasi dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) untuk mendukung informasi yang akurat.
Selain itu, Bupati memberikan penekanan pada peran mahasiswa dalam menyuarakan dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diminta untuk turun langsung ke lapangan, mampu menganalisis permasalahan, dan mencari solusi inovatif. Evaluasi terhadap aksi mahasiswa diharapkan dapat memberikan pemahaman utuh kepada masyarakat mengenai tujuan, manfaat, capaian, dan hambatan dalam menyalurkan aspirasi.
Bupati mengakhiri paparannya dengan mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang efisien dan efektif, membantu pemerintah merumuskan kebijakan sesuai dengan permasalahan masyarakat. (hen/SR)






