Ilkom UTS Gelar Workshop Keterampilan Dasar Mediasi Konflik

oleh -211 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 September 2023) – Program Studi Ilmu Komunikasi menyelenggarakan Workshop Keterampilan Dasar Mediasi, bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi pada 19 Agustus 2023 lalu.

Workshop yang pada awalnya dikhususkan bagi mahasiswa peminatan politik dan yang mengampuh mata kuliah resolusi konflik ini ternyata juga diminati dan diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dari peminatan yang lain baik dari peminatan public relations maupun media.

Tujuan dilaksanakannya Workshop Keterampilan Dasar Mediasi ini menurut Lalu Ahmad Taubih, S.AP., M.Sc. selaku Dosen Pengampuh Mata Kuliah Resolusi Konflik sekaligus Pemateri Workshop, adalah untuk membekali mahasiswa agar dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama lingkungan tempat tinggalnya.

Mereka juga diharapkan dapat membantu penanganan konflik yang terjadi dengan memfasilitasi proses mediasi dari pihak yang berkonflik. Meskipun workshop kali ini tingkat dasar namun ke depan akan digelar workshop lanjutan.

Baca Juga  UTS Kembali Mewisuda 211 Sarjana dan 50 Magister

Selain pemaparan materi utama tentang Keterampilan Dasar Mediasi mulai dari Copas, Labelling, Paraprase, Tanya, Reframing, dan Rangkum, juga diawali dengan mereview materi perkuliahan pada Mata Kuliah Resolusi Konflik sebelumnya.

Seperti membedakan konflik dan kekerasan, jenis-jenis kekerasan, dampak positif dan negatif dari adanya konflik, alasan atau tujuan orang berkonflik, gaya dan taktik dalam berkonflik, tools analisis konflik dan pendekatan penyelesaian konflik serta hambatan-hambatan dalam mendengar.

Paling penting adalah setiap peserta dituntut untuk melakukan simulasi dari setiap skill yang diharuskan dalam workshop ini, sehingga tidak monoton dan membosankan.

Salah seorang peserta, Muhammad Aulia Al Qadri mengatakan bahwa Workshop Keterampilan Dasar Mediasi ini sangat menarik karena yang dipelajari sangat baru.

Baca Juga  Perkembangan PAUD Sangat Pesat, Tapi 70 Persen Menumpang  

“Karena saya berasal dari Peminatan Public Relations, ilmu yang diajarkan sangat penting dan berguna bagi saya sebagai bekal di tengah masyarakat, skill ini dapat membantu mencari jalan keluar dari konflik yang dihadapi masyarakat di sekitar saya. Untuk saran saya agar prakteknya ditambah lagi dan durasi diperpanjang,” harapnya.

Peserta lainnya, Nurul Jannah mengakui melalui kegiatan itu akan membangkitkan pemikiran logis, dan menganalisis sebuah masalah menjadi lebih dalam.

“Metode simulasinya challanging banget, serta personal skill saya dalam berkomunikasi khususnya memediasi konflik menjadi terarah dan jelas,” pungkasnya. (SR)

rokok zul pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *