Gelar Lokakarya Akademik, Johan Rosihan Siap Terbitkan Buku Lawas Samawa di Senayan

oleh -448 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11 September 2023) – Sekretaris DPR RI Dapil Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan ST menggelar Lokakarya Akademik, di Hotel Grand Samota, Senin (11/9/23).

Kegiatan bertema “Penguatan Sistem Demorasi Indonesia yang Berbhineka Tunggal Ika” ini menghadirkan narasumber Pajatu Adat Tana Samawa, Dr. M. Ikhsan Safitri M.Sc., dan Dewan Pakar LATS, Wahyuddin Latief.

Para peserta lokakarya ini sebagian besar anggota Lembaga Adat Tana Samawa dan anggota Forum Koordinasi Lintas Etnis (FKLE) Kabupaten Sumbawa.

Dalam pengantarnya, Johan Rosihan mengatakan bahwa Lokakarya ini merupakan kegiatan MPR RI yang diselenggarakan Fraksi PKS.

Kegiatan ini bagian dari pelaksanaan wewenang MPR RI sebagaimana diatur dalam undang-undang MD3 maupun peraturan tata tertib yaitu memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk lokasi pelaksanaan, semua pimpinan MPR bersepakat digelar di Kabupaten Sumbawa. Menariknya, lokakarya tersebut mengangkat tentang adat dan budaya, khususnya adat budaya Tau dan Tana Samawa.

Hal ini sejalan dengan Pasal 18B ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.”

rokok

Diangkatnya adat budaya Tau dan Tana Samawa dalam lokakarya ini, lanjut Ustadz Jo—sapaan akrabnya, karena sejarah dan kehidupannya sama panjangnya dengan sejarah pembentukan Negara Republik Indonesia.

Baca Juga  Pengobatan Bupati Husni Dinyatakan Tuntas

Sumbawa sebagai wilayah kesatuan adat menjadi bagian dari pembentukan republik ini. Adat Tau dan Tana Samawa mencerminkan nilai-nilai kebudayaan bahwa demokrasi dan pancasila itu hidup di Sumbawa. Bagaimana kegotong-royongan sangat kental dalam kehidupan masyarakat adat Sumbawa, terutama pada prosesi pernikahan dan lainnya yang merupakan aplikasi kehidupan demokrasi bangsa.

Karena itu Ia berharap melalui lokakarya ini, mampu menghimpun pikiran-pikiran dan nilai-nilai baik dari adat tana dan Tau Samawa yang kemudian didiskripsikan dalam bentuk buku. Dengan buku berisi lawas Samawa ini akan menjadi legacy atau warisan bagi generasi mendatang.

“Kami sudah menyiapkan tim penyusun bukunya, dan insya Allah nanti kami launching di Senayan,” cetusnya.

Sementara Pajatu Adat Tana Samawa, Dr. M. Ikhsan Safitri M.Sc menilai lokakarya yang diselenggaakan Fraksi PKS DPR RI sangat penting, apalagi temanya memperkuat sistem demokrasi Indonesia yang berbasis budaya lokal. E

Baca Juga  Dukung Pariwisata, Gubernur NTB Resmikan Lombok Vaganza Hotel

sensi dari lokakarya ini, menurut Doktor Can—sapaan tokoh adat yang juga Kadis Dikbud Sumbawa ini, bagaimana budaya lokal itu tumbuh dan berkembang di Sumbawa dengan sangat pluralitas. Karena itu adat Tau dan Tana Samawa mengakomodir keberagaman yang ada di Sumbawa baik etnis maupun agamanya.

Hal itu tercermin dalam lawas “mana tau barang kayu lamen to senyaman ate ba nan si sanak parana” (siapapun dia dan darimana asalnya ketika bisa menyenangkan hati, itulah saudara kita). Lawas ini benar-benar dipraktekkan.

“Lokarkarya ini sangat penting bukan hanya bagi Bapak Johan Rosihan selaku anggota DPR RI tapi juga bagi masyarakat Sumbawa karena telah disiapkan secara nasional, karena nilai-nilai falsafah hidup Tau dan Tana Samawa yaitu adat barenti ko sara, sara barenti ko kitabullah ini berlaku secara universal. Kalau itu berpegang teguh secara konsisten atau istiqomah pada nilai-nilai tersebut, maka kita dapat memberikan konstribusi positif bagi Indonesia,” pungkasnya. (SR)

rokok pilkada mahkota NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *