BI dan Bank NTB Syariah Edukasi Kades Tentang Literasi Transaksi Non Tunai

oleh -412 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (14 September 2023) – Sejumlah kepala desa, Lurah dan Kepala UPT Puskesmas di Kabupaten Sumbawa mendapat edukasi terkait literasi transaksi keuangan non tunai. Kegiatan yang digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa ini merupakan hasil kerjasama Bagian Ekonomi Setda Sumbawa, Bank Indonesia, Bank NTB Syariah dan KPPN Pratama Sumbawa Besar.

Untuk menambah wawasan dan pemahaman para peserta, penyelenggara menghadirkan narasumber dari tiga institusi tersebut. Kegiatan yang berlangsung dinamis ini dipandu Kabag Ekonomi Khaeruddin SE., M. Si. Yaitu, Yenny Juliana (Branch Manager Bank NTB Syariah Sumbawa), Sudaryono (KPPN) dan Lalu Mandra Kamajaya (Bank Indonesia).

Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd menyampaikan apresiasi digelarnya kegiatan tersebut sebagai upaya mendukung gerakan nasional non tunai (GNNT) yang telah digagas oleh pemerintah pusat sejak Agustus 2014 lalu. GNNT ungkap Wabup, bukan sekedar inisiatif, tetapi langkah strategis dalam menghadapi perubahan zaman.

“Dunia kita saat ini bergerak dengan cepat menuju era digital, dan salah satu aspek kunci dalam transformasi ini adalah pembayaran non tunai. Melalui literasi pembayaran non tunai, kami berusaha untuk membantu masyarakat Kabupaten Sumbawa agar lebih mampu mengadopsi teknologi keuangan yang lebih modern, efisien, dan aman,” kata Wabup yang akrab disapa Hj Novi ini.

Lebih jauh dikatakannya, kegiatan literasi pembayaran non tunai ini merupakan langkah positif dalam mendukung transformasi ekonomi lokal. Dunia saat ini sedang mengalami perubahan besar dalam hal pembayaran dan transaksi keuangan. Semakin banyak masyarakat yang beralih dari transaksi tunai ke non tunai, menjadi bagian penting dalam upaya menuju masyarakat yang lebih inklusif dan berbasis digital.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah lama menerapkan sistem pembayaran non tunai terutama pembayaran kepada pihak ketiga terkait pelaksanaan pembangunan daerah. Sedangkan untuk pembayaran gaji pegawai secara non tunai telah dijalankan oleh pemerintah daerah sekitar 8-10 tahun yaitu melalui sistem transfer via rekening ke masing-masing PNS.

Melalui kegiatan ini, Hj Novi berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat, terutama kepada para pelaku usaha, tentang manfaat dan cara menggunakan pembayaran non tunai. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya seperti ini yang akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa.

“Saya percaya bahwa dengan berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bank NTB Syariah, kita dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat, cara penggunaan, serta keamanan pembayaran non tunai kepada masyarakat dan pelaku usaha. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga dapat mengurangi risiko terkait transaksi keuangan yang masih sangat bergantung pada uang tunai.

Selain itu melalui kegiatan ini dapat membantu mengembangkan ekosistem bisnis yang lebih inklusif di kabupaten sumbawa. Hal ini berarti memberikan peluang kepada pelaku usaha lokal untuk berinovasi dan berkompetisi dalam era digital yang semakin kompetitif,” pungkasnya. (SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *