Penyertaan Modal BUMD 96 Milyar, Fraksi Hanura Minta Perketat Pengawasan

oleh -443 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 Juli 2023) – Fraksi Hanura Bersatu DPRD Kabupaten Sumbawa memahami kesulitan pemerintah daerah yang tidak mampu merealisasikan pendapatan daerah 100 persen atau 96,82% atau turun 2% lebih dari capaian tahun sebelumnya.

Untuk itu, Fraksi Hanura mengingatkan pemerintah daerah untuk lebih maksimal menyerap sumber-sumber pendapatan yang ada. Tentunya tetap memperhatikan asas kepatutan bagi masyarakat.

“Tapi kami dari Fraksi Hanura Bersatu yakin pemerintah daerah akan mampu lebih baik pada tahun-tahun mendatang,” kata Irwandi—Juru Bicara Fraksi Hanura Bersatu saat menyampaikan pasangan umum fraksi pada Rapat Paripurna kemarin.

Terkait realisasi belanja daerah pada tahun anggaran 2022 sebesar 95,24%, Fraksi Hanura Bersatu mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap menjaga terpenuhinya alokasi anggaran untuk pendidikan minimal 20% dan alokasi anggaran kesehatan minimal 10% dari APBD. Sebab berkaitan dengan pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat.

Terkait penyertaan modal daerah kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tahun Anggaran 2021-2025, Fraksi Hanura juga memberikan perhatian serius. Menurutnya, penyertaan modal daerah bersumber dari APBD yang diberikan kepada empat BUMD di Kabupaten Sumbawa, sebesar Rp 96 Milyar.

Fraksi Hanura Bersatu meminta pemerintah daerah secara ketat dan transparan mengawasi penggunaan dana tersebut. “Jangan sampai modal yang diberikan besar ini, namun azas manfaatnya tidak dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat,” tukasnya.

Sehubungan dengan hal itu juga Fraksi Hanura Bersatu memandang perlunya mempertegas kembali peran Dewan Pengawas dalam setiap BUMD. “Jangan sampai Dewan Pengawas hanya nama tapi peran dan tanggungjawabnya tidak dilaksanakan sesuai Tupoksi,” tandasnya. (SR)

 

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *