SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 Juli 2023) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan perhatian khusus terhadap visi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa “Terwujudnya Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban”, dengan 10 misinya.
Melalui Jubirnya, Sri Wahyuni saat menyampaikan pandangan fraksi pada Rapat Paripurna, Selasa (11/7), mengatakan untuk mewujudkan Sumbawa Sehat Cerdasdengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan masyarakat, PKB meminta agar masyarakat miskin yang tidak terdata DTKS diakomodir dalam BPJS Kesehatan pada tahun anggaran berikutnya. Mereka juga harus diakomodir dalam program atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP.
Untuk misi Sumbawa Sejahtera dan Mandiri yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkualitas, Fraksi PKB meminta agar tata kelola penyaluran barang kebutuhan yang disubsidi oleh pemerintah, seperti LPG tabung hijau 3 Kg bagi keluarga
miskin dan pupuk bagi petani, serta kemudahan mendapat bahan bakar bagi nelayan. Misi Sumbawa Bersih dan Melayani, bertujuan meningkatkan birokrasi yang bersih dan pelayanan public, Fraksi PKB memberikan perhatian khusus pada penempatan ASN sesuai dengan kemampuan, manajemen pelayanan yang ramah dan beradab.
Misi Sumbawa Aman dan Berbudaya, dengan tujuan meningkatkan keamanan dan masyarakat yang berbudaya, Fraksi PKB memberikan perhatian pada tingginya angka kriminalitas yang disebabkan oleh terdistorsinya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, manajemen organisasi olahraga yang butuh perhatian pemerintah daerah, penguatan Dewan Kesenian dan Lembaga Adat Tana Samawa, perempuan rawan sosial ekonomi dan perempuan buruh migran, dan akses kepemilikan dokumen kependudukan bagi masyarakat.
Misi Sumbawa Tangguh dan Berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur untuk meningkatkan layanan dasar dan perekonomian, Fraksi PKB memberikan perhatian khusus pada akses jalan raya penghubung wilayah-wilayah jauh dan terisolir di seluruh Kabupaten Sumbawa, akses tempat pembuangan sampah, akses air bersih, akses kesehatan lingkungan, akses lalu lintas hewan ternak dan hasil bumi.
Fraksi PKB juga mengharapkan kepada pemerintah daerah agar memperhatikan harga komoditas pertanian yang sangat murah dan biaya proses produksi pertanian yang makin meningkat. Sampah yang masih menjadi permasalahan di setiap kecamatan. Dampak dari pembelian lahan sirkuit MXGP bagi pendapatan
daerah, pelayanan kesehatan di desa-desa yang jangkauannya cukup jauh, dengan UPT Puskesmas, serta program kerja pemerintah tentang pengadaan mobil ambulan satu unit untuk satu desa. Perhatian juga terhadap fenomena alam yang terjadi pada Bulan Juli berupa banjir di Kecamatan Lunyuk harus menjadi cambuk agar pemerintah lebih memperhatikan kerusakan alam dan lingkungan, melakukan penertiban peladangan liar dan ilegal loging yang lebih masif. (SR)






