SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Juni 2023) – Meski telah ada penambahan kuota, namun masyarakat di Kabupaten Sumbawa masih merasakan kelangkaan gas LPG 3 Kg. Bahkan di tempat-tempat tertentu, harga gas melon tersebut melambung tinggi hingga mencapai Rp 40 ribu per tabung. Padahal harga penjualan di Pangkalan hanya Rp 16 ribu.
Kondisi langkanya LPG ini kerap dimanfaatkan oknum-oknum tertentu dengan menimbun lalu menjual dengan harga selangit. Hal inilah yang membuat Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pangkalan dan agen, Jumat (16/6) pagi. Ikut mendampingi Wabup, Sekdis Pol PP beserta anggota, Kabid Perdagangan Diskoperindag, dan jajaran Bagian Ekonomi Setda Sumbawa.
Di antara yang disidak Wabup adalah Pangkalan Mitra Energi yang berlokasi di Komplek Stadion Pragas, dan SPBE Pungka Kecamatan Unter Iwis. Saat mendatangi pangkalan tersebut, Wabup mendapati gas habis. Hanya ratusan tong elpiji yang kosong berada di halaman pangkalan itu.
Kepada Wakil Bupati, Pemilik Pangkalan, Said mengaku bahwa keberadaan elpiji di pangkalannya hanya bertahan satu jam. Ketika 560 tabung elpiji dari agen ke pangkalannya, langsung habis karena sudah ditunggu warga di depan gerbangnya. Said tidak menampik ada PNS yang membeli gas.
Ia tak dapat menolak karena memang tidak ada larangan tegas dari pemerintah daerah. Dia juga tak bisa menolak siapapun datang membeli, dan tidak mengindentifikasi apakah berada di dalam atau di luar wilayah pangkalannya.
“Saya tidak mau bermasalah, dan ribut. Siapa yang datang saya berikan. Tapi saya tetap memprioritaskan warga sekitar pangkalan,” ungkapnya.
Demikian dengan aturan menggunakan KTP, Said mengaku tidak bisa diterapkan di lapangan. Mengingat KTP itu bersifat nasional, di samping banyak yang protes. Jika itu diterapkan dan melarang orang yang datang membeli gas, maka yang terjadi adalah keributan dan tidak ada jaminan keamanan baginya.
Disinggung mengenai harga jual, Said mengaku sebesar Rp 16.000 per tabung. Untuk rumah tangga dijatahkan 2 tabung per orang, sedangkan UMKM bisa sampai 9 tabung per orang.
Wakil Bupati Sumbawa yang akrab disapa Hj Novi, mengingatkan pengusaha elpiji agar “bermain” untuk mendapatkannya keuntungan yang lebih banyak. Jika ternyata nanti terbukti ada agen maupun pangkapan yang nakal, bukan hanya izinnya yang dicabut, tapi meminta pihak kepolisian untuk memproses secara pidana. Sebab secara aturan hukum setiap kecurangan yang terjadi tidak dapat dibenarkan.
“Intinya tidak boleh ada permainan dalam ketersediaan gas elpiji terutama Tabung 3Kg, karena ini adalah kebutuhan sangat vital,” tegasnya.
Kepada masyarakat Wabup menghimbau segera melapor kepada aparat desa atau kelurahan apabila mendapati pengusaha elpiji yang nakal. “Bila terbukti, pengusaha itu akan ditindak tegas,” pungkasnya. (SR)






