Sempat Tertunda, 135 Mahasiswa UTS dari Empat Prodi Diwisuda 

oleh -414 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (8 Mei 2023) – Sebanyak 135 sarjana baru kembali lahir dari rahim Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Hal ini ditandai dengan prosesi Wisuda Program Sarjana Semester Ganjil Periode II Tahun Akademik 2022/2023 yang berlangsung di Hotel Parahiyangan Sumbawa, Sabtu (6/5).

Para wisudawan ini tersebar di fakultas dan empat program studi (Prodi). Yaitu 86 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Prodi Ilmu Pemerintahan dan Sosiologi), 35 orang dari Fakultas Rekayasa Sistem (Prodi Informatika), dan 14 orang dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati (Prodi Bioteknologi).

Rektor UTS, Chairul Hudaya Ph.D dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wisudawati yang telah berhasil diwisuda. Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi awal dan pintu gerbang bagi keberhasilan besar di masa-masa mendatang.

Rektor juga menyampaikan selamat kepada orang tua para wisudawan yang terus mendampingi masa studi putra-putrinya. Ia pun memohon maaf jika selama mendidik masih banyak kekurangannya.

Lebih jauh dikatakan Rektor yang akrab disapa Chairul ini, bahwa prosesi wisuda dari empat program studi itu sempat tertunda. Ini tidak luput dari tantangan yang dihadapi berbagai pihak dalam penyelesaiannya.

Di antaranya proses penyesuaian nomenklatur dua program studi yaitu program studi Teknobiologi menjadi Bioteknologi, program studi Teknik Informatika menjadi Informatika. Selain itu dua program studi lainnya menjalani proses penyesuaian akreditasi oleh BAN-PT pasca penyatuan IISBUD Sarea ke UTS.

“Untuk itu, secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada program studi, dekan beserta jajarannya serta mahasiswa terutama yang diwisuda karena telah banyak membantu sehingga kegiatan wisuda dapat terlaksana,” ucapnya.

Universitas Teknologi Sumbawa, ungkap Chairul, adalah rumah yang selalu menerima kedatangan siapapun.  Meskipun mereka kembali ke asalnya, UTS senantiasa ingin memberikan hal terbaik, agar harum kabar terbawa.

“Kampus adalah wadah menyemainya, diberinya pupuk, diberinya kompos, air yang sesuai dan cukup, agar terus bertumbuh. Mahasiswa yang berhasil duduk sebagai wisudawan/wati adalah benih-benih yang berhasil tumbuh menjadi seperti pohon. Pohon yang siap berbunga dan berbuah, bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya. Inilah saat yang tepat untuk memberikan manfaat kepada lingkungan sosial dimanapun nanti anda berada,” pesan Rektor muda ini.

 

(SR)

bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *